BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, berharap pemerintah pusat dapat menambah alokasi vaksi Covid-19. Hal ini, menurut Dewanti, penting untuk menunjang percepatan pemulihan ekonomi Kota Batu yang ditopang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dewanti juga menyebut bantuan sosial dan peningkatan kualitas pelayanan pariwisata sangat diperlukan setelah masa pandemi berakhir.
Dia mengungkapkan, saat ini cakupan vaksinasi di Kota Batu sendiri baru mencapai 30 persen. Terdiri dari 32,96 persen dosis pertama dan 21,93 persen dosis kedua.
“Tidak usah 70 persen, 50 persen itu sudah luar biasa. Tetapi, kalau ternyata bisa 70 persen sebelum akhir tahun, kami sangat senang,” kata Dewanti dalam diskusi virtual ”Sinergi Peran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Mengembangkan Ekonomi Kota Wisata Batu”, Minggu (29/8/2021).
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini kembali menegaskan, pandemi Covid-19 sangat berdampak cukup besar kepada perekonomian Kota Batu. Menurutnya, ada 92 destinasi dan desa wisata di Batu.

Selain itu, juga tersedia 77 jasa wisata, 95 industri wisata, 828 akomodasi wisata dari hotel hingga homestay, dan hampir 100 buah restoran dan tempat kuliner. “Semua hotel bahkan sempat ditutup di masa awal Covid-19,” bebernya.
Oleh sebab itu, melalui diskusi ini, Dewanti berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membantu Kota Batu untuk segera merealisasikan tambahan vaksin.
“Kami yakin, ini harus dilakukan agar tahap ketiga dapat dilakukan dengan baik, tempat wisata dan hotel berbenah menyongsong new normal menerima tamu, tetapi kesehatan tetap terpenuhi,” ujar Dewanti.
Selain vaksin, dia berharap ada program bantuan sosial bagi pelaku serta karyawan pariwisata dan ekonomi kreatif, kemudahan sertifikasi clean health safety environment (CHSE) untuk usaha.
Peningkatan sumber daya manusia melalui sertifikasi serta promosi/pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif ke tingkat nasional. Imbuhnya, juga sangat diperlukan. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS