Kamis
18 Juni 2026 | 1 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Turun Naik Omzet Telur Asin Ramadani di Masa Pandemi

pdip-jatim-umkm-magetan-260721-telur-asin-a

MAGETAN – Omzet telur asin Ramadani sempat menurun di awal pandemi Covid-19. Kini, omzet terus bergerak naik menyusul rupa-rupa inovasi dilakukan sang pemilik.

“Omzet sempat turun hampir 75 persen,” kata Anik Darwati, sang owner, Selasa (27/7/2021).  

Melihat situasi ini, Anik  Darwati memutar otak. Berbagai strategi dijalankan. Dalam pemasarannya, Ramadani memiliki 3 outlet, yaitu di Kabupaten Magetan, Madiun, dan Ponorogo. Selain itu, juga merambah market place e-commerse atau mall online. Pasar yang tidak kalah laju yaitu “sunday market” yang ada di beberapa kecamatan, kabupaten, bahkan kota lain.

“Ini adalah salah satu kiat Ramadani dalam bisnisnya di masa pandemi,” ungkap Anik Darwati, MPd yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi di Kota Ponorogo.

Selama pandemi hampir 1,5 tahun berlalu, Ramadani menggeser gaya bisnisnya. Dari semula berkerumun di pasar minggu, kini harus bergeser menjadi delivery order. Sebab pemasaran secara langsung, omzet jatuh hingga 75 persen.

Namun sebagai pengusaha, Ramadani tidaklah diam menerima kondisi selama pandemi. akhirnya presentasi-presentasi produk disodorkan pada lembaga, instansi baik swasta atau pemerintah yang sedang giat dalam bakti sosial dan kegiatan-kegiatan sosial selama pandemi.

“Ini siasat kita untuk dapat bertahan,” terang mantan Wakil Ketua Bidang SDM dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Ponorogo ini.

Dan kini, omsetpun kembali membaik. Bahkan melebihi dari yang sebelumnya. Untuk bisa menarik konsumen, Ramadani juga berinovasi dalam kemasan marketing yaitu eduwisata, berlatar belakang tutupnya sunday market di berbagai tempat.

Pembeli oleh-oleh telur asin yang kebanyakan dari luar kota butuh tempat istirahat atau istilahnya sekadar rest area. Akhirnya Ramadani memfasilitasi galerinya dengan tempat (taman) yang nyaman untuk bersantai, galeri kuliner, dan kolam renang dalam satu atap produksi (workshop) telur asin.

Dengan penggabungan atau kombinasi dari produk telur asin dan ecowisata, tujuan usaha tercapai dengan baik bahkan ada penambahan pendapatan dari hasil pengembangan usaha baru.

Kini, di saat pandemi, Anik telah berhasil mempertahankan bisnisnya bahkan menaikkan omzet telur asin rasa rendang varian bakar, telur asin original, hingga varian  kukus produksinya. Kiat dan strategi baik di bidang produksi, kemasan dan sistem pemasarannya sukses bertahan di saat para pebisnis lain kelimpungan. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Ketua DPRD Surabaya Ajak Media Perkuat Edukasi Publik dan Kepercayaan terhadap Lembaga Legislatif

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak media memperkuat edukasi publik dan menjaga kepercayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Hentikan Sementara Proyek Box Culvert se-Surabaya Usai Insiden Lansia Tewas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghentikan sementara proyek box culvert se-Surabaya pasca insiden yang menewaskan ...
KRONIK

Said Abdullah Tegaskan PDIP Tidak Terlibat Aksi Mahasiswa, Dorong Pemerintah Lebih Terbuka Terhadap Kritik

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan PDIP tidak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Ia juga ...
KABAR CABANG

Siap Gelar RedTalk 2026, PAC PDIP Prajurit Kulon Ajak Pemuda Naik Kelas Jadi Pemimpin Masa Depan

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, akan menggelar RedTalk 2026 sebagai forum diskusi ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Polemik Batalyon TP di Silo

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh pihak menahan diri terkait polemik pembangunan Batalyon Teritorial ...
LEGISLATIF

Empat Masalah Serius Sektor Pertanian Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti empat persoalan utama yang dinilai ...