Jumat
18 September 2026 | 3 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenang Kudatuli, Untari: Perjuangan Tidak Boleh Berhenti

pdip-jatim-untari-210620

SURABAYA – Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang lebih sering disebut sebagai Peristiwa Kudatuli, masih secara jelas melekat di dalam memori kader-kader PDI Perjuangan sampai dengan hari ini.

Bertempat di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, saat itu telah terjadi upaya pengambilalihan secara paksa kantor partai yang dilakukan massa pendukung Soerjadi.

Mengenang 25 tahun semenjak terjadinya peristiwa kelabu tersebut, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengungkapkan bahwa, peristiwa ini harus menjadi titik refleksi atas catatan historis yang tidak boleh dilupakan sebagai salah satu peristiwa terkelam dalam sejarah demokrasi di Indonesia.

“Sejarah ini membuat kita begitu bersemangat untuk berjuang dalam rangka menegakkan demokrasi dan keadilan,” kata Sri Untari, Selasa (27/7/2021).

Melalui Peristiwa Kudatuli ini, Untari mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk mengedepankan cara-cara berpolitik yang mengedepankan nilai-nilai peradaban.

Dengan perspektif tersebut, dia meyakini akan bisa meminimalisir tindakan kesewenangan-wenangan dan otoriter dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin.

“Maka kita harus bercermin bahwa watak kekuasaan itu harus betul-betul watak yang bersifat demokratis dan kemudian mendengar dari rakyat,” imbuh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jatim ini.

PDI Perjuangan, lanjut dia, telah melalui berbagai jalan berliku untuk bisa sampai pada kondisi seperti hari ini. Kesengsaraan, intimidasi, dan adu domba yang telah dirasakan oleh PDI Perjuangan di masa lampau ini menjadi pelajaran yang berharga.

Oleh karena itu, Untari mengingatkan, bahwa sebagai sebuah partai politik sudah seharusnya kita untuk berdiri dan berjuang bersama, hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Perjuangan ini tidak boleh berhenti, harus terus dilakukan dari generasi ke generasi. Sehingga watak perjuangan yang tanpa lelah dari PDI Perjuangan, dan kemudian watak demokrasi dengan kemanusiaan inilah yang selalu akan dibawa PDI Perjuangan untuk memimpin Indonesia,” tandas Legislator dari Dapil Malang Raya tersebut.

Bagi dirinya, PDI Perjuangan adalah partai yang terbangun atas sebuah spirit gotong-royong. Gotong-royong adalah watak perjuangan partai ini.

Oleh sebab itu, Untari meyakini bahwa semua hal yang sesulit apapun bisa diusahakan bersama untuk diselesaikan dengan konsep gotong royong. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...