Minggu
30 Agustus 2026 | 10 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Menteri-Pejabat Kalau Rapat Pakai Batik Saja”

Jokowi-Jusuf Kalla01

Jokowi-Jusuf Kalla01JAKARTA – Satu lagi gagasan presiden terpilih Joko Widodo untuk lebih mengembangkan industri kreatif. Ke depan, Jokowi ingin menteri dan pejabat mengenakan batik saat menghadiri rapat, dan saat berdinas sehari-hari.

“Nantinya yang jadi menteri dan pejabat kalau rapat tidak usah pakai jas tapi pakai batik saja. Saya membayangkan setiap hari, seminggu empat atau lima kali pakai batik dan peci, dan sehari pakai baju putih. Pakai jasnya setahun sekali saja,” kata Jokowi, di sela mengikuti acara Hari Batik dan peresmian Pasaraya Tribute to Batik di Blok M, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Lewat cara ini, kata Jokowi, diharapkan industri kreatif di daerah bisa semakin berkembang lebih maju. Tidak hanya batik, tapi juga tenun ikat, kerajinan bordir, dan lainnya.

“Tapi perlu sentuhan desainer agar bisa dibawa ke tingkat atas. Inilah usaha kita dalam memajukan usaha kecil di kampung, di desa dalam menyangkut sebuah tenaga kerja yang luar biasa banyaknya,” ujar Jokowi.

Dia mengaku prihatin dengan perkembangan industri batik dan kerajinan tangan di Indonesia yang kurang berkembang sejak 10 tahun terakhir. Tahun 1992, ungkap Jokowi saat mengikuti pameran pertama di Eropa, stan Indonesia ada 14, Malaysia 7, Tiongkok 10, Thailand 5.

“10 tahun kemudian, Tiongkok 300, Thailand 70, Malaysia 100 dan Indonesia 14, ini mesti ada yang keliru. Memang negara harus hadir, kalau negara hadir pasti usaha mikro akan tumbuh,” katanya.

Usai meresmikan Pasaraya Batik, yang juga merupakan pemeran dagangan dari Pasar Klewer Solo, Jokowi langsung meninjau beberapa stand. Jokowi berkeliling ditemani Wakil Presiden RI terpilih Jusuf Kalla (JK). Jokowi juga sempat mencoba beberapa batik yang dijual pedagang.

Mantan wali kota Solo tersebut sempat mengepaskan sebuah kemeja batik warna coklat pada tubuhnya. Kemudian, kemeja itu malah ia cocokkan ke tubuh JK. “Ada enggak kain batik Makassar-Solo?” tanya Jokowi berseloroh, sambil memilih-milih kain batik yang disusun bertumpuk di sebuah meja.

Usai puas belanja batik, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut juga sempat menjajal sebuah peci warna hitam. Setelah mendapat peci dengan ukuran yang pas, keduanya pun membayar peci tersebut. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Filosofi Tombak Korowelang di Jamasan Pusaka Trenggalek: Pemimpin Harus Ngopeni Rakyat dan Memberi Piwulang

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, puluhan pusaka dijamasi. Ketua DPRD Doding Rahmadi mengungkap filosofi Tombak ...
KRONIK

Didik Nurhadi: Nasionalisme dan Religiusitas Jadi Kekuatan Indonesia

JOMBANG — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi menegaskan, ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...