KABUPATEN PASURUAN – Kebudayaan Indonesia adalah bangunan besar dari beragam budaya lokal. Lantaran itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi dengan penuh kebanggaan mengenakan busana adat Tengger dalam upacara tingkat nasional.
Menurut AW yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, pengenaan busana adat ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada masyarakat yang bermukim di kawasan lereng Gunung Bromo. Apalagi Suku Tengger adalah menjadi bagian masyarakat yang tak terpisahkan di Kabupaten Pasuruan.
“Busana Suku Tengger ini menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Ini juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan,” tandas AW.
Pakaian adat Suku Tengger disandang AW saat dirinya menjadi salah seorang peserta upacara Hari Lahir Pancasila yang dilakukan secara virtual kombinasi, Selasa (1/6/2021). Upacara dipimpin Presiden RI Joko Widodo diikuti forkopimda se-Indonesia.
Peringatan Hari Lahir Pancasila, lanjut AW, merupakan momentum bagi generasi muda khususnya kalangan milenial untuk menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila. Sehingga segala perbedaan yang tumbuh, menjadi landasan merajut keberagaman di masyarakat.
“Kalangan milenial yang tumbuh dalam era modernisasi, haruslah tetap menjaga dan menerapkan nilai luhur Pancasila. Ini menjadi modal yang kuat dalam menjaga keberagaman di masyarakat,” tegas AW. (ian/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS