Kamis
06 Agustus 2026 | 2 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

3 Tahun Bom Surabaya, Kusnadi: Jadikan Momentum untuk Bersatu

pdip-jatim-3-tahun-bom-surabaya

SURABAYA – Memperingati tiga tahun terjadinya bom tiga gereja di Surabaya, Forum Rumah Bersama Surabaya mengajak kaum perempuan berani melawan ideologi radikal dengan menjadi duta perdamaian.

Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi mengatakan, peringatan tragedi 13 Mei itu merupakan pengingat bersama untuk menyudahi rasa saling membenci, merasa paling benar sendiri antar satu dengan yang lain dan menjadikan sebagai momentum untuk bersatu. 

Terlebih, pada 13 Mei 2021 nanti, meskipun pemerintah belum secara resmi menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah, namun dalam kalender 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada 13 Mei yang juga bertepatan pada Kenaikan Isa Almasih.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, Hal ini menjadi momen di mana umat Islam dan Kristen serta Katolik akan memperingati hari besar secara bersamaan.

“Ini tidak ada yang kebetulan. Ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan dunia, kita itu bersaudara. Apapun suku dan keyakinanmu, kamu bersaudara. Maka saling menjagalah, jangan saling menyakiti. Agar tercipta kedamaian antar umat beragama,” tutur Kusnadi, Senin (10/5/2021).

Sementara itu, Sekretaris Umum PW Fatayat NU Jawa Timur, sekaligus anggota Forum Rumah Bersama Surabaya, Wiwik Endahwati mengatakan, perempuan harus menginspirasi.

Sejak peristiwa bom gereja di Surabaya tahun 2018, sebut Wiwik, perempuan dan anak-anak semakin sering dilibatkan dalam aksi teror. “Mereka ini adalah korban,” ujar Wiwik Endahwati, dalam kegiatan yang berlangsung di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya itu.

Menurutnya, perempuan dan anak-anak seringkali dijadikan objek melakukan gerakan tak bertanggung jawab. Maka dari itu, melalui kegiatan bertema “Menolak Kekerasan Melalui Tuhan Yang Berhati Ibu”, pihaknya mengajak perempuan menjadi agen perdamaian.

“Saat ini pun kami bukan mengenang lukanya (peristiwa bom 13 Mei 2018), tapi mengenang semangat bersama dengan kawan lintas agama agar lebih menguatkan kebersamaan, bahwa perbedaan itu bukan sesuatu yang salah tapi sebagai aset kita untuk membangun bangsa ini,” tandasnya.

Romo Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Agustinus Eka Winarno menyambut baik kegiatan ini. “Gema ini saya kira bagus. Ini juga perlu didukung. Kita saling silaturahmi untuk saling dekat antarumat beragama,” ujarnya. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Swasembada Gula, Sonny PDIP Tegaskan Kepentingan Petani Harus Jadi Prioritas

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan komitmennya mengawal program swasembada ...
HEADLINE

Said Abdullah: Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Ditopang Faktor Musiman, Industri dan Pertanian Harus Diwaspadai

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen ditopang faktor musiman, namun ...
KRONIK

Sinung PDIP Desak Jalur Gunung Piramid Ditutup Sementara, Usai Dua Pendaki Tewas

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mendesak pemerintah menutup sementara jalur pendakian ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Tanamkan Nilai Kepemimpinan Berbasis Pancasila kepada Siswa Sekolah Rakyat

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan berbasis ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Salurkan 216 Alsintan dan Irigasi Perpompaan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kediri

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyalurkan 216 unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ...
KRONIK

Panitia Soekarno Cup 2026 Pastikan Persiapan Mencapai Seratus Persen

SURABAYA – Panitia Soekarno Cup 2026 menyatakan kesiapan penuh menjelang pembukaan turnamen yang akan menyajikan ...