Rabu
21 Oktober 2026 | 3 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mesranya PDI Perjuangan dan NU Panekan Magetan

pdip-jatim-040521-magetan-suyatno-a
Sejumlah kader berfoto bersama usai melakukan pengecatan kantor MWC NU di Panekan.

MAGETAN – Hubungan kalangan nasionalis dan religius di Kecamatan Panekan boleh dikata bak judul sebuah lagu: teman tapi mesra. Tengok saja, seharian kemarin, setelah bersama-sama mengecat kantor MWC NU di Panekan, dilanjut pembahasan masa depan pondok pesantren dengan para kiai dan masyarakat, lalu diakhiri dengan buka puasa bersama dengan kiai dan santri.  

“Ya memang seperti ini perwujudan bangsa kita sejak dulu, bersatunya nasionalis-religius,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Magetan Suyatno, Selasa (4/5/2021) soal aktifitasnya dengan para kader Partai dan warga Nahdliyin seharian kemarin.

Jika merunut sejarah bangsa ini, terang Suyatno, kedekatan kalangan nasionalis dan religus tercermin dari kedekatan hubungan antara Soekarno dengan para pendiri NU seperti Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dan Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah.

Siang hari kemarin, Senin (3/5), sejumlah relawan Banteng binaan dari Suyatno melakukan pengecatan kantor MWC NU di Panekan. Sore harinya, dilanjutkan dengan pertemuan serap aspirasi antara Suyatno selaku legislator DPRD Magetan dengan pihak Pondok Pesantren Sabilithohirin di Dusun Joso Desa Turi.

Pada pertemuan itu, Pengasuh Ponpes Sabilithohirin, Kiai M Suroso Abdul Manan meminta kepada Suyanto dan Fraksi PDI Perjuangan untuk menginisiasi rancangan peraturan daerah tentang pondok pesantren.

“Tujuannya, jika nanti sudah menjadi Perda, (kebijakan pemerintah) benar-benar menyentuh pesantren. Dan tepat sasaran tentunya,” kata Kiai M Suroso Abdul Manan.

Suyatno menyambut baik aspirasi kiai dan santri. Ia akan meneruskan aspirasi tersebut untuk dirumuskan di tingkat fraksi, lalu diperjuangkan di tingkat dewan, dan kemudian dibahas bersama eksekutif.

“Pondok pesantren adalah salah satu pilar penjaga keutuhan NKRI. Sudah sewajarnya kami juga akan memperjuangkan aspirasi tersebut untuk lahirnya perda pondok pesantren,” pungkas Suyatno. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...