Jumat
17 April 2026 | 1 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Terus Upayakan Program Prioritasnya Masuk APBN 2015

pdip jatim - jokowi di acara halal bihalal partai nasdem

pdip jatim - jokowi di acara halal bihalal partai nasdemJAKARTA – Presiden terpilih Joko Widodo terus mengupayakan program prioritasnya bisa masuk APBN 2015. Langkah yang dia lakukan, di antaranya berkoordinasi dengan partai pengusungnya untuk mewujudkannya.

Untuk keperluan tersebut, Jokowi menggelar rapat bersama wapres terpilih Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Puan Maharani di bekas posko kampanye nasional Jokowi-Jusuf Kalla, Jalan Sisingamangaraja 5, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2014) sore hingga malam. Menurut Jokowi, rapat itu sebagai langkah awal pembahasan gol programnya di APBN 2015.

Dalam pembicaraan awal dengan Ketua Fraksi PDI Perjuangan tim ekonominya, Jokowi sedang mencari celah-celah agar dia bisa menyusupkan program-program prioritasnya semasa kampanye lalu. “Kita lihat mana ruang-ruang (di pos APBN) yang bisa dimasuki, supaya program prioritas bisa langsung dikerjakan,” jelas Jokowi, usai pertemuan.

Soal program apa saja yang menjadi prioritasnya agar bisa masuk dalam postur APBN 2015, Jokowi belum bersedia membeberkan. “Itu kan nanti di dewan. Ini baru pembahasan awal, nanti tanya Mbak Puan,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan hasil pertemuan ini akan dibahas lagi bersama fraksi PDI Perjuangan maupun fraksi partai pendukung Jokowi-JK, dalam kegiatan pembahasan RUU APBN oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR. Jokowi baru akan mengumpulkan partai politik pendukung yang berada di DPR pada hari Kamis (28/8/2014) mengenai program-program unggulan tersebut.

Pihaknya berharap kekuatan parpol pengusung bisa meloloskan program prioritasnya di APBN 2015. “Nanti semua fraksi partai pendukung akan kami ajak bicara hari Kamis malam,” kata mantan Wali Kota Surakarta ini.

Sekadar gambaran, RAPBN 2015 pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini sedang dibahas di parlemen. Di satu sisi, Jokowi sebagai presiden terpilih ingin tancap gas melaksanakan program prioritas.

Salah satu usaha yang akan dilakukan yakni dengan cara menggalang kekuatan di parlemen. Kekuatan partai pendukung Jokowi-JK di parlemen hanya 207 kursi (37 persen), sementara enam partai politik di parlemen yang mendukung Prabowo-Hatta memiliki 353 kursi (63 persen). (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...