Senin
05 Oktober 2026 | 10 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini 7 Poin Pendapat Fraksi Terhadap Draf RPJMD Sidoarjo 2021-2026

pdip-jatim-sidoarjo-230421


SIDOARJO – Meski baru sebatas draf awal, Fraksi PDI Perjuangan berharap agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Sidoarjo tahun 2021-2026 ini nantinya tidak sekadar menjadi kembang kertas. Fraksi juga memberikan 7 poin kritisi atau catatan terhadap sejumlah hal pada draf tersebut.

“Sebaik apapun rumusan RPJMD hanya akan jadi retorika belaka jika tidak ada tindak lanjut,” kata Sujalil, Kamis (22/4/2021).

Pernyataan pria yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ini menegaskan pendapat fraksi seperti ia sampaikan saat menjadi juru bicara dalam rapat paripurna kedua pembahasan draf awal RPJMD, kemarin dulu.

Tujuh poin itu, terang Sujalil, satu, proyeksi penyusunan anggaran daerah baik terkait pendapatan asli daerah (PAD) maupun kapasitas riil fiskal kurang optimal. Sebab untuk mendukung program prioritas pembangunan, dibutuhkan pendanaan yang cukup.

Dua, sesuai pasal 57 Permendagri nomor 86/2017, dinas yang membidangi keuangan harus dapat memproyeksikan perhitungan keuangan serta menerapkan pagu indikatif RPJMD lebih tepat lagi. Sebab untuk lebih meningkatkan pendanaan, perlu diperkuat kebijakan-kebijakan dana alternatif non-APBD.

Tiga, soal sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) yang sangat tinggi. “Ini membuktikan perencanaan masih kurang cermat,” kata Sujalil.

Kemudian pada poin empat, Sujalil meminta OPD segera menyelesaikan proyeksi target dan pagu indikatif. Agar kebijakan alokasi anggaran prioritas I berupa urusan wajib, II urusan pendukung visi/misi kepala daerah dan III soal penunjang, dapat dirumuskan dalam RPJMD.

Lima, fraksi meminta kesepakatan bersama (MoU) antara pemkab dengan kemendagri tentang layanan publik berbasis digital secepatnya direalisasikan.

“Agar setiap OPD (organisasi perangkat daerah) dapat mengakses data dari dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil), karena pesatnya kemajuan teknologi informasi,” kata Sujalil.

Enam, fraksi berharap segera dibuka layanan pengaduan masyarakat berupa ‘hotline number’ satu pintu 24 jam untuk melayani segala permasalahan.

Tujuh, terkait program betonisasi jalan hendaknya diimbangi kualitas drainase atau penyerapan air yang mumpuni. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Fatmawati Trophy 2026: Merawat Kesederhanaan Fatmawati Lewat Karya Budaya Jawa Timur

SURABAYA — Sebuah kebaya tidak selalu sekadar bicara tentang kain, motif, atau potongan busana. Di baliknya bisa ...
KRONIK

Di Brau, Secangkir Susu dan Seekor Anak Sapi Menjadi Cerita tentang Ekonomi Kerakyatan

BATU – Biasanya doorprize festival berupa sepeda, peralatan elektronik, atau voucher belanja. Namun Festival Nyusu ...
HEADLINE

Fatmawati Trophy 2026, Jatim Bawa Kearifan Lokal ke Panggung Nasional

Jawa Timur menyiapkan Banyuwangi, Kota Batu dan Trenggalek untuk Fatmawati Trophy 2026. Tak hanya desain, cerita ...
SEMENTARA ITU...

Haornas di Trenggalek, Doding Ajak Warga Jalan Sehat Sambil Jaga Lingkungan

TRENGGALEK – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menjadi momentum ...
LEGISLATIF

Deni Dorong Pemprov Jatim Bangun Basis Data Pasar Tradisional untuk Tepatkan Intervensi

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Deni Wicaksono mendorong Pemprov Jatim menyusun ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Ingatkan Warga Surabaya Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Mobil atau Motor

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan warga agar tidak sembarangan meminjamkan Kartu Tanda ...