Selasa
03 November 2026 | 9 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Kartini, Banteng Milenial Pacitan Ini Ajak Perempuan Tak Bosan Belajar

pdip-jatim-shara-elfani-pacitan2

PACITAN – Setiap momen memperingati Hari Kartini, ada yang terlintas di benak Banteng Pacitan ini, yakni kesempatan menempuh pendidikan yang sama, bagi laki-laki maupun perempuan.

Kesetaraan gender, khususnya di dalam menempuh jenjang pendidikan, itu yang ditangkap Shara Elfani, salah satu anggota Barisan Juang Pacitan.

Karena itu, dia terus mengajak sesama perempuan, untuk terus belajar baik di lembaga pendidikan formal maupun informal.

Baca juga: Banteng Muda Pacitan Sesalkan Keterlibatan Pemuda dalam Aksi Teror

Dia menyebut, Hari Kartini itu ibarat secercah cahaya awal mula perjuangan kaum perempuan terutama di bidang pendidikan. Perjuangan Kartini menjadi penyemangat bagi perempuan Indonesia bahwa pendidikan itu harus diterima baik oleh laki-laki maupun perempuan.

“Jadi, kalau ingat beliau ya ingat tentang pentingnya pendidikan,” ungkap Shara Elfani, Rabu (21/4/2021).

Kader muda PDI Perjuangan Pacitan yang kini sedang menyelesaikan studinya di Surabaya ini menjelaskan, meskipun perempuan itu ditakdirkan sebagai calon Ibu tetapi tidak boleh berhenti untuk terus belajar dan meningkatkan membaca.

Karena menurut Fani, sapaan akrabnya, ilmu yang didapatkan dari membaca untuk menjadi ibu yang cerdas dan menularkan ke anak-anaknya nanti.

“Jangan bosan untuk membaca tentang semua hal, apapun itu. Jangan berhenti membaca setelah mendapatkan ijazah. Manfaat membaca dan belajar itu akan berguna untuk menjadi ibu yang cerdas bagi anak-anaknya,” ajak Fani.

Dia berpesan kepada seluruh perempuan terutama yang masih muda untuk terus belajar dan lebih pintar dalam memilih pergaulan. Menurutnya, usia muda merupakan usia di mana seseorang sedang dalam proses pembentukan jati diri.

“Perempuan harus bisa memilih dan memilah lingkungan yang baik, dimulai dari lingkungan pertemanan. Karena usia muda itu usia yang bener-bener proses pembentukan jatidiri,” tuturnya.

“Dan sekali lagi, membaca hal-hal apapun itu menjadi sangat penting juga membandingkan dengan bacaan satu sama lain. Agar pemikiran kita tetap objektif dan tidak subyektif pada narasi tertentu,” tutup Fani. (ARD)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...
KRONIK

Ngawi Siap Jadi Tuan Rumah POPDA Jatim XV

NGAWI – Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
HEADLINE

Puan Maharani Ajak Perkuat Demokrasi yang Menghadirkan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat gagasan demokrasi yang sejak ...
SEMENTARA ITU...

Evaluasi Peringkat ke-11 Porprov 2025, Kabupaten Kediri Siapkan Strategi Menuju Lima Besar

KEDIRI – Kabupaten Kediri membidik posisi lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Untuk ...