Senin
20 April 2026 | 1 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Kartini, Banteng Milenial Pacitan Ini Ajak Perempuan Tak Bosan Belajar

pdip-jatim-shara-elfani-pacitan2

PACITAN – Setiap momen memperingati Hari Kartini, ada yang terlintas di benak Banteng Pacitan ini, yakni kesempatan menempuh pendidikan yang sama, bagi laki-laki maupun perempuan.

Kesetaraan gender, khususnya di dalam menempuh jenjang pendidikan, itu yang ditangkap Shara Elfani, salah satu anggota Barisan Juang Pacitan.

Karena itu, dia terus mengajak sesama perempuan, untuk terus belajar baik di lembaga pendidikan formal maupun informal.

Baca juga: Banteng Muda Pacitan Sesalkan Keterlibatan Pemuda dalam Aksi Teror

Dia menyebut, Hari Kartini itu ibarat secercah cahaya awal mula perjuangan kaum perempuan terutama di bidang pendidikan. Perjuangan Kartini menjadi penyemangat bagi perempuan Indonesia bahwa pendidikan itu harus diterima baik oleh laki-laki maupun perempuan.

“Jadi, kalau ingat beliau ya ingat tentang pentingnya pendidikan,” ungkap Shara Elfani, Rabu (21/4/2021).

Kader muda PDI Perjuangan Pacitan yang kini sedang menyelesaikan studinya di Surabaya ini menjelaskan, meskipun perempuan itu ditakdirkan sebagai calon Ibu tetapi tidak boleh berhenti untuk terus belajar dan meningkatkan membaca.

Karena menurut Fani, sapaan akrabnya, ilmu yang didapatkan dari membaca untuk menjadi ibu yang cerdas dan menularkan ke anak-anaknya nanti.

“Jangan bosan untuk membaca tentang semua hal, apapun itu. Jangan berhenti membaca setelah mendapatkan ijazah. Manfaat membaca dan belajar itu akan berguna untuk menjadi ibu yang cerdas bagi anak-anaknya,” ajak Fani.

Dia berpesan kepada seluruh perempuan terutama yang masih muda untuk terus belajar dan lebih pintar dalam memilih pergaulan. Menurutnya, usia muda merupakan usia di mana seseorang sedang dalam proses pembentukan jati diri.

“Perempuan harus bisa memilih dan memilah lingkungan yang baik, dimulai dari lingkungan pertemanan. Karena usia muda itu usia yang bener-bener proses pembentukan jatidiri,” tuturnya.

“Dan sekali lagi, membaca hal-hal apapun itu menjadi sangat penting juga membandingkan dengan bacaan satu sama lain. Agar pemikiran kita tetap objektif dan tidak subyektif pada narasi tertentu,” tutup Fani. (ARD)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Megawati Soroti Krisis Geopolitik Dunia, Tegaskan Relevansi Dasa Sila Bandung

Megawati Soekarnoputri menegaskan relevansi Dasa Sila Bandung di tengah krisis geopolitik global serta mendorong ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Tulungagung Sukses, 30 Persen Pengurus Diisi Gen Z dan Perempuan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung sukses melaksanakan Musyawarah Anak ...
KRONIK

Dua Legislator Perempuan PDIP Jombang Ini Perkuat Pendidikan Keluarga dan Literasi Digital di Wonosalam

JOMBANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, dan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, ...
KRONIK

Tinjau Longsor di Pacitan, Diana Sasa Desak Pemerintah Konkret soal Relokasi Permanen

PACITAN – Bencana tanah longsor yang kembali menerjang Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Dengan kejadian yang ...
LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...