Minggu
26 Juli 2026 | 3 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi-JK Harus Jadikan Pembangunan Gerakan Ekonomi Partisipatif

Tim Jokowi-JK di 9 Juli

Tim Jokowi-JK di 9 JuliYOGYAKARTA – Kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus mampu menjadikan pembangunan sebagai gerakan ekonomi partisipatif dari semua unsur pelaku ekonomi, kata ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Maruf.

“Hal itu ditentukan oleh konsistensi kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) untuk tetap membangun partisipasi dan komunikasi dengan masyarakat secara luas,” katanya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Direktur Institute of Public Policy and Economic Studies (Inspect) itu, konsistensi tersebut merupakan kunci kesuksesan dalam menggeser pendulum ekonomi dalam konstruksi baru yang bercorak kemandirian dan pemerataan.

“Konsep kemandirian ekonomi sebagai bagian dari Tri Sakti menjadi dorongan Jokowi-JK untuk mengubah pendulum ekonomi yang selama ini terlalu proekonomi pasar,” katanya.

Ia mengatakan Jokowi dalam konsep ekonominya tidak antipasar. Namun, kondisi ekonomi Indonesia sekarang yang jelas berkarakter ekonomi pasar liberal tampaknya akan terdorong menjadi ekonomi “jalan tengah” yang berbasis pada kapasitas dan keperpihakan pelaku domestik.

Perubahan struktural ekonomi akan terbangun oleh peningkatan peran pelaku ekonomi domestik dari skala usaha kecil dan menengah (UKM) hingga perusahaan besar dengan pola stimulus fiskal dan mobilisasi partisipatif ekonomi.

“Pola itu sangat potensial terbangun karena kemenangan Jokowi-JK dalam kompetisi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 disokong oleh jiwa dan gerakan partisipasi publik,” katanya.

Menurut dia, gaya kepemimpinan Jokowi-JK yang berorientasi penyelesaian masalah jangka pendek dengan mobilisasi modal sosial itu simetris dengan keinginan publik dalam membangun perekonomian bangsa yang sudah seharusnya berbasis produksi dan bukan konsumsi.

Pergeseran konstruksi ekonomi menjadikan adanya perubahan indikator pembangunan. Selama ini indikator ekonomi utama adalah pertumbuhan, akan bergeser pada pengurangan kesenjangan ekonomi dan sosial.

Ia mengatakan bangsa ini, tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi, lebih membutuhkan indikator pada penurunan semua ketimpangan ekonomi dan sosial.

Misalnya, kesenjangan kemakmuran antarstrata ekonomi masyarakat, kesenjangan kontribusi ekonomi rakyat (UMKM) dengan usaha besar dalam penciptaan Product Domestic Burto (PDB).

“Selain itu kesenjangan pembangunan dan distribusi ekonomi Jawa dengan luar Jawa khususnya Indonesia bagian timur dan kesenjangan lainnya,” kata Maruf.  (antaranews)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Sidoarjo Bakal Gelar Teatrikal Detik-detik Pengambilalihan Paksa Kantor DPP PDI

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo bakal menggelar aksi teatrikal kolosal ...
KABAR CABANG

Musran Serentak di Widodaren, Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Minta Pengurus Baru Aktif Turun ke Masyarakat

NGAWI – Pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan di Kabupaten Ngawi terus berlanjut. Partai ...
KRONIK

Ketika Ribuan Gen Alpha Banyuwangi Memengan Tradisional, Ajak Lestarikan Permainan Nusantara

BANYUWANGI – Taman Blambangan Banyuwangi dipadati ribuan siswa SD. Para generasi alpha tersebut memainkan permainan ...
KRONIK

PDI Perjuangan Jember Dukung Program Home Care Pemkab, Siap Dorong Tambahan Anggaran

JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyatakan dukungan terhadap peluncuran ...
BERITA TERKINI

RedTalks 2026: Anak Muda Tuntut Substansi Ideologi, Bukan Sekadar Branding Politik

MALANG – Semangat kebangsaan bergelora di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Forum RedTalks 2026 ...
SEMENTARA ITU...

Warga Sukorejo Bojonegoro Gelar Kirab Hasil Bumi untuk Peringati Haul Eyang Singonoyo

BOJONEGORO – Ribuan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memadati jalanan ...