NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meninjau vaksinasi Covid-19 yang kali ini menyasar tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas).
Vaksinasi dosis pertama yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Ngawi ini melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) ini diikuti sebanyak 60 toga dan tomas di Kabupaten Ngawi.
“Program vaksinasi di Kabupaten Ngawi selain sudah sampai pada sasaran tokoh agama dan masyarakat, juga pada sasaran tenaga pendidik terutama menjelang pemberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM),” kata Dwi Rianto Jatmiko.
“Setelah semua sasaran selesai, program vaksinasi yang merupakan instruksi dari pemerintah pusat tersebut nantinya juga akan menyasar seluruh elemen masyarakat,” tambah Mas Antok, panggilan akrabnya.
Wabup yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini menegaskan, melalui refocusing anggaran yang telah disiapkan, Pemkab Ngawi siap untuk melakukan pengadaan vaksin. Hal ini untuk mengantisipasi jika sudah tidak ada lagi distribusi dari pemerintah pusat.
“Ini upaya kita agar pemerintah hadir disaat pandemi Covid-19. Dengan kebijakan refocusing anggaran dan diperuntukkan untuk pengadaan vaksin. Saya berharap semua kegiatan masyarakat akan kembali normal,” ujarnya.
Vaksinasi ini, terang Mas Antok, merupakan program pemerintah dalam upaya penanganan dan penanggulangan covid-19.
Dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, sebutnya, diharapkan menghilangkan keraguan masyarakat untuk ikut serta mensukseskan program vaksinasi.
Disamping itu, pihaknya juga menjamin jika vaksin tersebut halal. Hal ini seiring dengan sudah dilakukan uji dari MUI.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dua kali dengan jangka waktu pemberian vaksin kedua yakni 14 hari dari vaksin pertama. (afm)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS