Kamis
11 Juni 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Berharap Kesenjangan Tenaga Medis Teratasi

padip jatim -ilustrasi
padip jatim -ilustrasi

Catatan Fraksi PDI Perjuangan, sebanyak 73,9% dokter spesialis menumpuk di lima kabupaten dan kota. Yakni Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Kediri.

Demikian pula dengan distribusi dokter umum dan dokter gigi. “Bahkan masih ada 19 puskesmas yang tanpa dokter umum serta 201 puskesmas yang tanpa dokter gigi,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Ali Mudji, Senin (28/7/2014).

Untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tenaga kesehatan tersebut, selain adanya perda ini, fraksi juga merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meniru kebijakan pola pemerataan tenaga kesehatan seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Bali.

Pemprov DKI Jakarta, jelas Ali Mudji, telah membuat perjanjian penempatan selama lima tahun saat rekruitmen tenaga kesehatan. Sedangkan Pemprov Bali memberi beasiswa pada anak-anak daerah terpencil.

“Jika kedua hal ini dilakukan, maka kami yakin persoalan kekurangan dan ketidakmerataan tenaga kesehatan akanbisa teratasi,” ujarnya.

Terkait digedoknya Raperda Tenaga Kesehatan yang terdiri dari 22 bab dan 47 pasal ini, pihaknya menyambut baik. Karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Jawa Timur ini, terutama menghadapi era pasar bebas.

Peningkatan kualitas ini, sebutnya, sangatlah mendesak, karena pada 2015 telah memasuki era ASEAN Free Trade Area atau AFTA. Era ini akan memunculkan ledakan jumlah tenaga kesehatan asing serta persaingan dari negara tetangga ASEAN yang bekerja di Indonesia.

“Namun, di sisi lain, ini juga adalah peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk masuk ke negara ASEAN lain,” ujar Ali Mudji.

Fraksi PDI Perjuangan juga berharap, peningkatan kualitas tenaga kesehatan akan berdampak pada meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Jawa Timur, terutama pada beberapa indikator kesehatan yang masih belum menggembirakan.

“Misalnya pada indikator persentase balita gizi buruk di Jawa Timur masih mencapai 2,22 persen pada 2013 serta indikator angka harapan hidup yang masih mencapai 70,19 tahun,” pungkasnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...