Jumat
23 Oktober 2026 | 3 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Berharap Kesenjangan Tenaga Medis Teratasi

padip jatim -ilustrasi
padip jatim -ilustrasi

Catatan Fraksi PDI Perjuangan, sebanyak 73,9% dokter spesialis menumpuk di lima kabupaten dan kota. Yakni Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Kediri.

Demikian pula dengan distribusi dokter umum dan dokter gigi. “Bahkan masih ada 19 puskesmas yang tanpa dokter umum serta 201 puskesmas yang tanpa dokter gigi,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Ali Mudji, Senin (28/7/2014).

Untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tenaga kesehatan tersebut, selain adanya perda ini, fraksi juga merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meniru kebijakan pola pemerataan tenaga kesehatan seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Bali.

Pemprov DKI Jakarta, jelas Ali Mudji, telah membuat perjanjian penempatan selama lima tahun saat rekruitmen tenaga kesehatan. Sedangkan Pemprov Bali memberi beasiswa pada anak-anak daerah terpencil.

“Jika kedua hal ini dilakukan, maka kami yakin persoalan kekurangan dan ketidakmerataan tenaga kesehatan akanbisa teratasi,” ujarnya.

Terkait digedoknya Raperda Tenaga Kesehatan yang terdiri dari 22 bab dan 47 pasal ini, pihaknya menyambut baik. Karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Jawa Timur ini, terutama menghadapi era pasar bebas.

Peningkatan kualitas ini, sebutnya, sangatlah mendesak, karena pada 2015 telah memasuki era ASEAN Free Trade Area atau AFTA. Era ini akan memunculkan ledakan jumlah tenaga kesehatan asing serta persaingan dari negara tetangga ASEAN yang bekerja di Indonesia.

“Namun, di sisi lain, ini juga adalah peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk masuk ke negara ASEAN lain,” ujar Ali Mudji.

Fraksi PDI Perjuangan juga berharap, peningkatan kualitas tenaga kesehatan akan berdampak pada meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Jawa Timur, terutama pada beberapa indikator kesehatan yang masih belum menggembirakan.

“Misalnya pada indikator persentase balita gizi buruk di Jawa Timur masih mencapai 2,22 persen pada 2013 serta indikator angka harapan hidup yang masih mencapai 70,19 tahun,” pungkasnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...