Minggu
01 November 2026 | 7 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Santoso Segera Gelontor Anggaran Rp 50-100 Juta Per RT/RW se-Kota Blitar

pdip-jatim-sertijab-walikota-blitar-2

BLITAR – Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, 100 hari kerja bersama Wawali Tjutjuk Sunario, digunakan untuk memenuhi kontrak politik yang telah dibuatnya bersama masyarakat pada saat masa kampanye.

Dia menyebutkan, salah satu kontrak politik bersama masyarakat adalah program anggaran satu rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) mendapatkan Rp 50 sampai 100 juta per tahunnya. 

“Sudah kami sampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bagaimana menerjemahkan dan menyusun regulasi juklak dan juknis ini agar benar-benar dapat segera direalisasikan,” kata Santoso, usai sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar di gedung DPRD setempat, Rabu (3/3/2021).

Terkait detail penggunaan anggaran itu, politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, akan menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing RT. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengawasannya.

Pihaknya hanya ingin memfasilitasi masyarakat untuk merealisasikan inovasi dan kreativitas masing-masing sesuai keadaan serta keperluan yang dibutuhkan masyarakat dan lingkungan.

“Hanya, nanti akan kami siapkan tenaga pendamping dari OPD terkait. Agar pelaksanaan program inovasi masyarakat dapat berjalan dengan lancar, sebagai pertimbangan program anggaran satu RT sebesar 100 juta adalah program yang masih pertama kali dilakukan Pemkot Blitar,” tandasnya.

Dalam keterangan persnya usai acara sertijab yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Santoso dan Tjujuk Sunario menyebut akan berfokus terhadap program janji dalam kampanyenya.

“Kedepan Kota Blitar akan menjadi daerah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman, religius, dan nasionalis,” ujar Santoso.

Sementara itu, Wakil Walikota Blitar, Tjutjuk Sunario memastikan bahwa program 100 juta itu akan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya jamin tidak ada kerawanan pada pelaksanaan program 100 juta ini, karena selain kami siapkan tenaga pendamping, juga akan kami kawal langsung agar proses pelaksanaannya bisa transparan,” ujarnya. (arif)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...