Minggu
18 Oktober 2026 | 2 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agar Tak Jenuh, ASN Pemkab Trenggalek Berbusana Adat Tiap Kamis

pdip-jatim-arifin-nggalek-blangkon-030321

TRENGGALEK – Bupati Mochamad Nur Arifin bakal menciptakan budaya baru bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Saya membawa culture (budaya) baru, nanti setiap hari Kamis kita pakai baju adat,” kata Nur Arifin, Rabu (3/3/2021).

Baju adat yang wajib dikenakan oleh para ASN tiap hari Kamis nantinya berupa surjan, jarik dan blangkon.

Menurutnya dengan mengenakan baju adat Trenggalek tiap Kamis untuk menghilangkan rasa bosan ketika tiap hari harus mengenakan seragam ASN saat berada di kantor maupun di lapangan.

Selain itu, dengan adanya kewajiban bagi ASN mengenakan baju adat tiap Kamis akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis kearifan lokal budaya Trenggalek itu sendiri.

“Sehingga program desa wisatanya itu lebih natural dan lebih alami ” ujar Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini juga menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan dalam 100 hari kerja ke depan di bawah komandonya.

Di antaranya, program lima ribu pengusaha perempuan, digitalisasi desa wisata dan penyelesaian beberapa infrastruktur yang sudah rusak parah. 

Selain itu, tambah dia, dalam 100 hari kerja kedepan, Pemkab Trenggalek juga akan melakukan koordinasi lintas daerah seperti dengan Kabupaten Ponorogo dan Kediri dalam rangka membahas tentang proyek strategis nasional.

Terkait Desa Wisata, Mas Ipin sebelumnya mengatakan, saat ini sedang dikembangkan. Dalam program ini, satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengadopsi satu desa wisata.

Menurutnya, dengan mendorong tumbuhnya desa wisata dan mendorong digitalisasi desa wisata maka perekonomian masyarakat dapat bergerak. 

Saat ini Mas Ipin menargetkan ada 100 desa wisata. Tentunya bila memiliki 30 OPD maka akan ada 30 desa wisata yang diadopsi. “ini bisa mempercepat proses ekonomi masyarakat desa,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, desa adopsi nanti konsepnya sesuai dengan tupoksi masing-masing OPD. “Akan tetapi di-create dan dieksekusi secara berestetika serta memenuhi kaidah-kaidah kepariwisataan,” jelas Arifin. (herman)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...