Jumat
05 Juni 2026 | 9 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Longsor di Nganjuk, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian 10 Warga Hilang

pdip-jatim-marhaen-160221-1

NGANJUK – Tim gabungan dari sejumlah unsur, Selasa (16/2/2021) hari ini kembali melakukan pencarian warga yang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Pasalnya, sampai sekarang masih ada 10 orang yang belum ditemukan. Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, sesuai data, total warga di Ngetos ada sebanyak 186 orang, 25 orang sedang merantau, sehingga yang ada di sana 161 orang. 

“Dalam peristiwa longsor itu ada 21 orang yang belum ditemukan, setelah dievakuasi ditemukan dua orang dengan luka ringan dan 9 orang meninggal dunia. Ada 10 orang yang belum ditemukan dan kembali akan dilakukan pencarian pada Selasa (16/2/2021),” beber Marhaen, Senin (15/2/2021) malam.

Baca juga: Bantu Korban Longsor, Legislator Banteng Ini Siapkan Posko dan Dapur Umum

Marhaen mengatakan, untuk warga yang terdampak longsor, saat ini sedang mengungsi di rumah kepala desa dan gudang di depannya yang sekaligus dijadikan dapur umum, serta di SD Negeri 3 Ngetos, maupun di rumah kerabat warga terdampak.

Dia menyebutkan, terkait ketersediaan makanan, obat-obatan, air bersih, serta kebutuhan mendasar lainnya telah disalurkan kepada warga terdampak. 

“Tadi juga ada bantuan dari Pemprov, dari Polda dan beberapa ormas yang menyalurkan bantuan. Insya Allah aman,” imbuh wabup yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Pihaknya menargetkan proses evakuasi bisa rampung dalam satu hari, paling tidak maksimal dua hari. Dia minta warga bersabar dan tetap berhati-hati mengingat BMKG memprediksikan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan terjadi yang bisa berisiko kembali terjadinya banjir dan longsor.

Marhaen juga kembali mengingatkan warga terkait kesadaran untuk tetap merawat alam dan tidak mengalihfungsikan lahan di Gunung Wilis yang memang bertujuan untuk mencegah terjadinya longsor, menjadi lahan pertanian atau bahkan pemukiman.

“Untuk yang di atas Gunung Wilis tolong tidak difungsikan untuk pertanian. Jangan sampai lahan yang sebenarnya difungsikan untuk menghambat bencana dengan misalnya menanam pohon yang karakteristik pengikat tanah dan penyerap air itu ditanami tanaman yang akarnya serabut, kan akhirnya tanah itu gampang longsor,” ujarnya.

“Penting adanya kesadaran untuk tetap merawat alam, karena kalau kita cinta alam dan sayang alam, maka alam pun akan sayang kepada kita,” tutur Marhaen. (dhani)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...
SEMENTARA ITU...

Di Depan Rumah Itu, Sholikah Menitipkan Harapan Baru untuk Tiga Cucunya

Kisah haru Sholikah, warga Kandat, Kediri, yang mengasuh tiga cucu dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan rombong ...
HEADLINE

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan ...