Minggu
27 September 2026 | 8 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Kenang Pengalaman Saat Tinggal di Kapal Perang

pdip-jatim-megawati-geosiar

JAKARTA – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengungkapkan hal yang berkesan selama memimpin Indonesia. Awalnya, Megawati menceritakan pengalamannya saat terjadi konflik di Maluku di masa pemerintahannya pada periode 2001-2004.

Kala itu, Megawati mengatakan dirinya tak diizinkan Panglima TNI untuk tinggal di wilayah daratan karena faktor keamanan. Sehingga, kala itu Megawati tinggal di kapal perang.

“Akhirnya kami memutuskan, maksud saya dengan Panglima dan bagian keamanan lainnya, maka saya tinggal di kapal perang,” kata Megawati seperti yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden dalam rangka HUT ke-75 RI, Senin (17/8/2020).

Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengaku tinggal di kapal perang menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan. Hampir dua minggu Megawati tinggal di kapal perang itu.

“Bayangkan hampir dua minggu saya mempergunakan kapal perang itu sebagai tempat tinggal,” ucapnya.

Megawati menyebut dirinya tak mengetahui banyak soal kapal perang. Namun, hal yang membuatnya terkejut ternyata fasilitas di kapal perang dan komersil berbeda.

“Saya sebenarnya praktis tidak mengetahui kapal perang itu seperti apa. Yang paling juga itu yang paling menjadi sebuah hal yang sangat terkesan karena menurut saya, ya lucu ternyata tangganya itu tidak seperti kapal-kapal penumpang ataupun komersial,” tuturnya.

“Tangganya itu tegak lurus. Jadi bayangkan, saya bukannya membesar-besarkan, tapi sebagai perempuan kalau mau naik turun, ya saya harus menggunakan tangga yang tegak lurus itu,” sambung Megawati.

Meski begitu, dia bersyukur semuanya dapat berjalan dengan baik. Megawati pun berpesan kepasa generasi muda Indonesia agar memiliki harapan untuk masa mendatang.

“Sebaiknya kita, apalagi generasi muda itu selalu mesti mempunyai keyakinan dan harus punya harapan itu yang harus diutamakan menurut saya,” tuturnya.

Putri Proklamator Bung Karno ini juga menyoroti kurangnya keterlibatan para wanita Indonesia di kancah politik. Padahal, kata dia, saat ini sudah banyak organisasi yang dibuat untuk perempuan Indonesia.

“Tetapi masih sangat kurang wanita-wanita yang berani terjun ke bidang politik,” kata Megawati.

Menurut dia, sebenarnya hukum formal sudah memberikan peluang yang besar untuk wanita berkiprah di bidang politik seperti laki-laki. Namun, masih saja kiprah perempuan di kancah politik tak banyak.

“Tidak ada sebutan di dalam undang-undang dasar kita, setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Artinya, tidak disebut laki atau perempuan di mata hukum,” tuturnya.

“Jadi, kita harusnya kaum perempuan menyadari hal itu, terutama ibunya di keluarga,” sambung Megawati.

Dia lantas menyinggung peran perempuan di tengah pandemi Covid-19 saat ini yang justru menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Dia menilai istilah Jawa yang menyebut kaum perempuan hanya menjadi ‘konco wingking’ atau hanya mengikuti laki-laki kini sudah ketinggalan zaman. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ngaji Pusaka Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda, Doding: Kenalkan Keris sebagai Warisan Budaya

TRENGGALEK – Tradisi Ngaji Pusaka dalam rangkaian Bersih Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, ...
LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...