Jumat
14 Agustus 2026 | 4 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Siapapun Jadi Presiden, Kita Harus Terima

Jokowi - salam

Jokowi - salamKARAWANG – Pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 semakin dekat. Calon presiden Joko “Jokowi” Widodo berharap pemilihan pilpres berlangsung lancar dan damai. Pria yang akrab disapa Jokowi ini meminta warga Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Siapa pun yang menjadi presiden, karena semua takdir Allah, kita harus menerima,” kata Jokowi saat menghadiri acara “Tasyakuran dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa” di Pondok Pesantren (ponpes) Al Baghdadi, Rengasdengklok, Karawang, Jumat (4/7/2014) malam.

Malam itu, Jokowi tak datang untuk menyerukan salam dua jari di hadapan puluhan ribu jemaah yang datang. Ia meminta dua kubu pendukung capres-cawapres untuk tidak saling bentrok, siapapun yang menang nanti.

“Tidak usah ada gesek-gesekan. Tidak usah ada yang menghasut untuk saling bentrok-bentrokan. Kita semua adalah sebangsa, setanah air. Kita semua adalah saudara,” kata capres nomor urut dua ini.

Menurut Jokowi, yang terpenting adalah bagaimana pemimpin yang baru dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan rakyat.

Mantan Wali Kota Solo ini kemudian mengingatkan warga untuk tidak termakan fitnah tentang dirinya. Jokowi meminta pendukungnya membalas fitnah tersebut dengan kebaikan.

“Karena kita semua adalah saudara, semoga yang difitnah diberi kesadaran oleh Allah dan mau memperbaiki diri,” ujar Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu.

Jokowi yang hadir mengenakan baju koko dan peci hitam itu pun didoakan oleh pimpinan Ponpes Al Baghdadi, Junaedi Al Baghdadi serta puluhan ribu jemaah yang hadir.

“Ini keenam kalinya duduk bersama abah. Insya Allah, yang ketujuh dia akan datang lagi sebagai presiden,” kata Junaedi.

Junaedi mengatakan, pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa juga pernah datang ke tempatnya. Menurut dia, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta adalah anak bangsa yang terbaik. Namun, di antara yang terbaik itu ada yang istimewa.

“Siapa yang diistimewakan? Mereka yang dikehendaki oleh Allah. Siapa itu?” tanya Junaedi.

“Jokowi,” teriak warga. “Kau yang berucap, aku yang mengamini,” timpal Junaedi. Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...