Sabtu
12 September 2026 | 5 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewanti Ingin Semua Desa/Kelurahan di Kota Batu Punya Kampung Tangguh

pdip-jatim-kampung-tangguh-songgokerto

KOTA BATU – Kota Batu sudah punya 4 desa/kelurahan sebagai Kampung Tangguh. Kampung Tangguh ini merupakan bagian dari kekuatan social preveter dan role model di saat pandemi Covid-19 masih terus terjadi.

4 Desa/kelurahan itu, yakni Desa Giripurno Kecamatan Bumaji, Kelurahan Songgokerto dan Kelurahan Temas di Kecamatan Batu, serta Desa Pendem Kecamatan Junrejo.

Kampung Tangguh di Kelurahan Songgokerto baru saja di launching pada Jumat (29/5/2020). Di sana seluruh kelengkapan sebagai Kampung Tangguh disiapkan mulai dari pintu masuk disiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, hingga perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD).

Juga disiapkan lumbung pangan yang dibuat untuk menyuguhkan kebutuhan dapur bagi mereka yang terdampak Covid-19. Mulai minyak goreng, mie instan, gula pasir, kopi, teh, telur, kecap, sayur hasil panen, dan sebagainya yang sudah terbungkus kantong plastik.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, keterlibatan dan kebersamaan masyarakat berbasis RT/RW dan desa akan efektif dalam pencegahan penularan Covid-19 khususnya di kawasan desa tersebut.

Apalagi saat masuk di Kampung Tangguh, standar operasional prosedur (SOP) kesehatan diterapkan, sehingga bisa dilakukan di desa/kelurahan Kota Batu.

“Ditambah lumbung pangan inisiatif masyarakat sebagai upaya untuk menghadapi pandemi Covid-19, merupakan role model yang bisa diterapkan di mana saja,” kata Dewanti, kemarin.

Dia menyebut, solidaritas masyarakat menjadi kekuatan besar untuk membangun komitmen mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga yang diharapkan dengan hadirnya Kampung Tangguh ini bisa menjadikan setiap wilayah di desa/ kelurahan menjadi mandiri dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Kalau bisa, seluruh desa/kelurahan punya Kampung Tangguh, ditambah dengan hadirnya lumbung pangan ini sangat diharapkan,” harap wali kota yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Kampung Tangguh itu tidak hanya tergantung pada ketersediaan fasilitas. Misalnya, adanya lumbung desa, ketersediaan sayur mayur serta kolam ikan atau lauk pauk.

Namun hal tersebut juga tergantung pada keterlibatan masyarakat yang harus berpartisipasi secara aktif dalam menegakkan Kampung Tangguh dari wabah Covid-19.

“Jadi kuncinya ada pada mereka. Yakni, mereka saling peduli. Tetangga dengan tetangga saling memberi perhatian. Ada tetangga lebih bisa perhatian pada tetangga yang butuh. Nah hal-hal seperti itu yang kita ciptakan. Muncul kesadaran gotong royong antar tetangga,” tutur Dewanti. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...