Selasa
27 Oktober 2026 | 4 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

THR Pejabat dan DPR Ditiadakan, Basarah: Sudah Tepat, Sesuai Pancasila

pdip-jatim-achmad-basarah
Ketua Badan Sosialisasi MPR Achmad Basarah
Ketua Badan Sosialisasi MPR Achmad Basarah

JAKARTA – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah berpendapat, keputusan pemerintah untuk meniadakan tunjangan hari raya (THR) bagi pejabat negara dan anggota DPR tahun ini sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Basarah menyebut keputusan itu sudah tepat karena dilandasi nilai sila “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” dan sila “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

“Keputusan ini sudah tepat sekaligus merupakan perwujudan langsung dari sila ‘Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab’ dan ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’. Dalam kondisi dan situasi seperti saat ini, para pejabat negara tentu harus menujukkan empati, simpati, dan tindakan nyata bagi rakyat,” kata Basarah, di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, dalam menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19), seluruh stakeholder harus terus bergotong royong, bahu-membahu untuk kepentingan rakyat.

Terlebih saat ini beberapa daerah di tanah air telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang sudah pasti berdampak serius bagi kehidupan rakyat banyak.

“Dampak sosial dan ekonomi tentu saja tidak bisa terelakkan. Dalam situasi seperti inilah, rasa kemanusiaan kita tidak boleh luntur. Semangat membantu dan berbagi harus terus hidup. Rakyat harus dipandu agar tidak panik,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Basarah juga menyampaikan tindakan-tindakan nyata yang telah dilakukan MPR. Selain memberikan bantuan berupa masker dan sembako kepada para pengendara ojek online, pimpinan MPR juga telah meluncurkan program “MPR Peduli”.

Salah satu tindakan nyata pimpinan MPR adalah sepakat mendonasikan gaji mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Semua ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional, tanggung jawab kemanusiaan sekaligus solidaritas dan gotong royong kemanusiaan dalam menghadapi pandemi global ini,” jelas Basarah.

Dia pun mengingatkan semua masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan disiplin nasional yang sudah dicanangkan dan diterapkan pemerintah. Kepatuhan dan kedisiplinan itu, sebutnya, menjadi kunci utama memutus mata rantai penularan Covid-19.

Terpenting, imbuh Basarah, adalah mengedepankan kedisiplinan nasional untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Seperti disiplin dalam cuci tangan dengan sabun, disiplin menggunakan masker, disiplin tidak mudik Lebaran, dan disiplin menjaga jarak.

“Dan senantiasa menyalakan jiwa kemanusiaan serta memperkuat spiritualitas. Insya Allah, kita bisa hadapi ujian ini,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medal

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...