Sabtu
25 Juli 2026 | 7 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Balong Nobar Film Jokowi dan Piala Dunia

PSX_20140701_100743.jpg

Nobar Film JokowiTIM Pemenangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla Kabupaten Ponorogo terus bergerak menyosialisasikan pasangan nomor urut 2 tersebut. Sosialisasi rutin dengan cara ledang dan nobar keliling.

Meski sudah menggelar kampanye terbuka dengan menghadirkan Wali Band dan mampu menyedot ribuan warga beberapa waktu lalu, tim JKW-JK Ponorogo terus menjalankan rutinitas sosialisasi.

Baca:

Ribuan Warga Ponorogo dan Para Wali Hadiri Kampanye Jokowi-JK

“Sosialisasi rutin seperti ledang dan nobar tetap jalan terus,” kata Pelaksana Harian Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo Bambang Yuwono, Selasa (1/7/2014).

Ledang, sosialisasi dengan menggunakan mobil disertai peralatan pengeras suara, keliling kampung di siang hari. Menjelaskan dan membagikan brosur visi misi Jokowi-JK. Sedangkan nonton bareng film Jokowi dilanjut dengan sepak bola piala dunia dilakukan malam hari.

Untuk Senin malam kemarin, jadwal nobar di Kecamatan Balong. Sehari sebelumnya di Kecamatan Jambon. Warga menonton cuplikan berita-berita Jokowi,  dan film bioskop berjudul Jokowi.

Film Jokowi ini bergenre drama. Film diproduksi K2K Pictures ini disutradarai Azhar Kino Lubis dan dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Prisia Nasution, serta Ayu Dyah Pasha.

Film Jokowi berkisah tentang seorang anak tukang kayu bernama Joko Widodo, yang tinggal dan hidup di rumah kecil pinggiran sungai. Masa kanak-kanak yang jauh dari istilah kecukupan telah dilaluinya. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat anak kampung pemburu telor bebek ini meneruskan sekolahnya ke pendidikan yang lebih tinggi. Kecintaanya pada Musik Rock yang tetap bertahan hingga saat ia menjabat menjadi pemimpin besar nantinya itu, seolah mampu memotivasi semangat hidupnya.

Kisah Cinta dengan Iriana, seorang gadis sederhana yang merupakan teman sekolah adiknya menjadi pendorong semangat sang pemimpin masa depan ini untuk menghadapi berbagai tantangan. Sepeninggal Pak Notomiharjo, orang tua, guru sekaligus sahabatnya, Joko seperti tak mau tenggelam dalam kedukaan.

Usahanya untuk membuktikan semua pelajaran dari sang ayah, makin keras ia lakukan. Dan waktu mengantarkan anak bantaran kali ini, menjadi sosok yang bukan hanya besar dimata orang-orang di sekitarnya namun juga rendah hati dan selalu memanusiakan sesamanya. Dari pinggiran sungai di desa kecil yang bernama Srambatan, Joko telah mampu tampil menjadi pemimpin Kota Solo yang menulis lembaran baru.

Setiap orang bangga akan kepemimpinannya. Kota Solo seperti menemukan pahlawan baru. Joko Widodo kini lebih dikenal sebagai Jokowi, sebuah nama yang diberikan seorang pengusaha Prancis yang mengaguminya, yang mana telah menjadi tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat Solo dan kelas akan menjadi tokoh yang berpangaruh di Indonesia. (her)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Penguatan Ekonomi Kelompok Tani Hutan Lewat Bantuan Alat Produksi

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti mendorong penguatan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga ...
KRONIK

Kegelisahan Anak Muda pada Politik, Rocky Gerung: Bukan Apatis, tapi Burnout Society

MALANG – Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, menilai kegelisahan generasi muda terhadap dinamika ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Dishub Optimalkan Pemanfaatan 69 Halte, Tingkatkan PAD Surabaya

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya ...
KRONIK

Kolaborasi Seniman dan Pemerintah untuk Festival Seni Tradisi Bangkalan yang Lebih Berdaya

BANGKALAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar Festival Seni Tradisi Bangkalan di depan Pendopo ...
KRONIK

RedTalks Malang, PDIP Tegaskan Komitmen Beri Ruang Nyata bagi Kepemimpinan Anak Muda

MALANG – PDI Perjuangan menegaskan komitmennya tidak sekadar menjadikan generasi muda sebagai pelengkap ...
KRONIK

30 Tahun Kudatuli, PDIP Tegaskan Tragedi 27 Juli Jadi Tonggak Lahirnya Reformasi 1998

PDI Perjuangan menegaskan tragedi Kudatuli 27 Juli 1996 menjadi tonggak lahirnya Reformasi 1998 dan bagian penting ...