
SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpamitan di hadapan ribuan Nahdliyyin saat menghadiri Harlah NU ke-94 di Asrama Haji Surabaya, Sabtu (7/3/2020) malam. Orang nomor satu di Surabaya itu mengatakan segera mengakhiri masa tugasnya memimpin Kota Pahlawan.
“Bulan Februari tahun depan, jabatan saya habis. Saya titip untuk anak-anak Surabaya, agar bisa dirangkul, agar tidak terjerumus,” kata Risma, saat menghadiri pengajian akbar peringatan Harlah NU ke-94 dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) XXXII di Asrama Haji, Sabtu (7/3/2020) malam.
Risma berharap, jamiyah NU memperkuat pendidikan-pendidikan agama, khususnya di masjid-masjid. Sehingga nantinya generasi muda bisa berbudi luhur, terutama untuk perkembangan anak-anak di Surabaya.
“Kemarin itu saya ngobrol dengan beberapa anak, tiba-tiba marah-marah. Saya tanya ke Satpol PP, kenapa dia? Enggak taunya anak itu mabuk. Makanya, saya titipkan mereka ke anggota NU, agar bisa mendidik mereka, melalui pendidikan agama, terutama di masjid-masjid,” ujarnya.
Risma juga berharap, agar kerja sama antara pemerintah dan seluruh organisasi yang ada, khususnya NU ini bisa terus terjalin dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan Kota Surabaya yang kondisinya lebih kondusif dibanding daerah lain.
“Jadi banyak sekali kerja sama yang sudah kami lakukan antara pemerintah dengan NU ini. Sehingga kita lihat perkembangan Surabaya ini jauh dari pergesekan-pergesekan antarumat. Kondisinya sangat stabil dibandingkan daerah lain,” ungkap Risma.
Pada kesempatan itu, Risma pun bercerita suka dukanya saat dahulu menutup lokalisasi Jarak-Dolly. Meski awalnya sempat dicibir, namun kini ia justru dielu-elukan untuk melanjutkan kepemimpinannya.
“Berat sekali saat itu, banyak sekali gangguan saat membubarkan tempat itu. Tiap malam halaman rumah selalu ada ular, tapi saya kuat. Sekarang Bapak-bapak kalau lewat sana sudah enggak ada gangguan lagi,” ujarnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS








