Kamis
15 Oktober 2026 | 9 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Ngopi”, Cara Relawan Jatim Kawal Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

pdip-jatim-ngobrol-pintar-relawan-jokowi-jatim1

SURABAYA – Pasca seratus hari kinerja Presiden Joko Widodo periode kedua, beberapa relawan Jokowi di Jawa Timur menggelar diskusi publik dengan tema “Overview Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin”, di Warung Bank One, Siwalankerto Timur, Surabaya, Selasa (11/2/2020).

Kegiatan Ngopi kali ini diikuti enam elemen Relawan Jokowi yakni Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), Forum Jokowi Jatim, Ksatria Airlangga, Alumni SMA Surabaya Bersatu (ASSB), Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Jatim dan Relawan Jokowi Bersatu (RJB).

Sedang yang jadi pembicara adalah A Iwan Dwi Laksono- Ketua Umum DPP Jaman, Edward Dewaruci – Ksatria Airlangga, Aven Januar dari Forum Jokowi Jatim.

“Ngobrol Pintar atau Ngopi, adalah kegiatan rutin bulanan untuk memberi masukan-masukan penting pada pemerintahan Jokowi-Maruf Amin,” kata Aven Januar dari Forum Jokowi Jatim yang juga ketua panitia, dalam keterangannya kepada media.

Dalam paparannya, Iwan Dwi Laksono mengatakan bahwa periode kedua Jokowi yang mengusung agenda pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing, masih meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak sedikit pasca berjalannya 100 hari pemerintahannya bersama Ma’ruf Amin.

“Masih banyak kementerian yang belum menerjemahkan visi Jokowi tadi dalam rencana kerja taktis-strategis, sehingga seakan-akan 100 Hari Jokowi-Maruf Amin tidak sesukses 100 hari Jokowi-JK periode lalu,” tandas Iwan.

Menurutnya, Jokowi harus segera melakukan evaluasi atas kinerja kementerian yang justru menghambat tercapainya target jangka pendek.

“Seharusnya kementerian bisa melaksanakan konsolidasi ekonomi nasional, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa segera naik dan harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat bisa segera turun,” jelas Iwan.

Sedangkan Edward Dewaruci – sekjen Ksatria Airlangga juga menjelaskan bahwa masih adanya ketidakpastian hukum dikarenakan perangkat hukum kenegaraan masih gamang atas masih bertumpuk-tumpuknya regulasi hukum nasional.

“Ide dasar omnibus law yang saat ini sedang dirumuskan adalah bagian dari strategi Jokowi-Maruf Amin untuk mengatasi ketidakpastian regulasi hukum tersebut,” jelas Edward Dewaruci yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Terakhir, Iwan yang juga rutin memberikan masukan-masukan kepada Jokowi melalui Forum Reboan Istana Negara, mengatakan bahwa kegiatan Ngobrol Pintar ini kedepan akan menjadi forum rutin yang akan terus mengawal segala kebijakan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

“Panitia pelaksana Ngopi harus lebih luas lagi mengundang elemen relawan Jokowi lainnya di Surabaya maupun Jatim agar forum ini menjadi bagian dari proses pendidikan demokrasi rakyat,” harap Iwan. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...
EKSEKUTIF

Sanusi Siapkan Pendidikan Kesetaraan Gratis untuk 14.565 Anak Tidak Sekolah di Malang

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menyiapkan intervensi pendidikan kesetaraan yang dibiayai penuh melalui APBD untuk ...
KRONIK

Ina Ammania Desak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 13 Mahasiswi Unpas Diusut Transparan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mendesak pengusutan transparan atas dugaan kekerasan seksual ...
EKSEKUTIF

Pasar Ngadiluwih Kediri Segera Buka 24 Jam, Siapkan 805 Lapak untuk Pedagang

KEDIRI – Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, segera beroperasi dengan konsep 24 jam setelah revitalisasinya hampir ...