Jumat
30 Oktober 2026 | 4 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Ingatkan Pihak yang Senang Impor Migas: Kamu Hati-hati. Saya Ikuti Kamu

pdip-jatim-jokowi-musrenbang

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan sudah tahu siapa pihak-pihak yang gemar mengimpor minyak dan gas atau LPG. Jokowi pun mengingatkan agar pihak tersebut untuk berhati-hati.

Penegasan ini disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Acara ini dihadiri para menteri kabinet Indonesia Maju dan kepala daerah.

“Yang seneng impor ini, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang senang impor, sudah ngerti saya. Hanya perlu saya ingatkan, bolak-balik, hati-hati. Kamu hati-hati. Saya ikuti kamu,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (16/10/2019).

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki batubara yang melimpah yang sebenarnya bisa disubsitusi untuk membuat gas, malah justru diimpor. Menurut dia, ada pihak yang sengaja menghalang-halangi pembuatan gas dari batubara.

“Jangan menghalangi orang ingin membikin batu bara menjadi gas. Gara-gara kamu senang impor gas,” tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa pihak yang mendapat keuntungan dari impor migas ini sempat khawatir apabila Indonesia bisa memproduksi gas sendiri. Sebab, dirinya tak bisa lagi meraup keuntungan besar.

“Kalau ini bisa dibikin, ya sudah, enggak ada impor gas lagi. ‘Ya saya kerja apa Pak?’ Ya itu urusanmu, kamu sudah lama menikmati ini,” ucap Jokowi.

Soal batu bara menjadi LPG ini, bisa dilakukan lewat fasilitas pengolahan dimethyl ether (DME), gas dari batu bara yang menggantikan liquid petroleum gas (LPG).

DME diolah dari batu bara, yang mana produksinya memang jauh lebih murah daripada lifting minyak dan gas alam. Bahkan, batu bara yang akan dipakai merupakan batu bara berkalori paling rendah yang “kurang menguntungkan” jika dijual di pasar batu bara.

Begitu juga dengan impor minyak. Padahal, kata Jokowi, sumber minyak Indonesia masih banyak namun produksinya tak digenjot.

“Impor minyak sama. Lifting produksi minyak kita, sumber-sumber kita masih banyak kok. Kenapa nggak digenjot produksinya? Karena masih ada yang senang impor minyak. Ndak, saya pelajari detil ini, ndak, ini ndak, ndak bener kita ini,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...
SEMENTARA ITU...

Lepas 10 Atlet Sambo Bojonegoro ke Kejurprov Jatim 2026, Pembina Incar Tiket Porprov dan PON

BOJONEGORO – Sebanyak 10 atlet olahraga beladiri Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sengon Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga Desa ...
LEGISLATIF

Paguyuban Langen Beksan Blitar Terkendala Gamelan, Guntur Wahono Dorong Bantuan APBD Jatim

BLITAR – Keterbatasan perangkat gamelan masih menjadi kendala bagi sejumlah paguyuban Langen Beksan di Kabupaten ...