Jumat
30 Oktober 2026 | 11 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lewat “Teropong Jiwa”, Banyuwangi Sabet Penghargaan Top 25 Kovablik se-Jatim

pdip-jatim-anas-khofifah-teropong-jiwa

SURABAYA – Kabupaten Banyuwangi punya cara tersendiri untuk menangani warganya yang menderita gangguan jiwa, agar mereka bisa kembali diterima di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mengajak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membuat produk kerajinan tangan.

Kepada wartawan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kerajinan tangan ini tak hanya berfungsi sebagai terapi, agar mereka tidak kambuh. “Juga untuk melatih mereka lebih fokus dan bisa mengendalikan emosi,” kata Anas, kemarin.

Anas menyebut program itu dengan nama Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang dengan Gangguan Jiwa (Teropong Jiwa). Teropong Jiwa adalah program pemberian terapi kerja bagi ODGJ.

Pasien ODGJ yang sudah stabil setelah menjalani serangkaian pengobatan akan dilatih berbagai keterampilan kerajinan tangan untuk memulihkan emosinya.

Menurut Anas, Teropong Jiwa digagas dan dilaksanakan di Puskesmas Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi sejak 2017 lalu.

Saat ini, ada 27 ODGJ yang dilatih di tempat tersebut. Mereka diajari membuat aneka kerajinan tangan seperti miniatur kapal layar, lampu, gantungan kunci, tas belanja, dan aneka anyaman.

“Hasilnya cukup menggembirakan. Rata-rata, emosi mereka semakin stabil dan kooperatif,” jelas Anas.

Bagi ODGJ yang sudah cukup mampu, pihaknya mencarikan keluarga asuh bagi yang tidak memiliki keluarga. Kemudian, dikenalkan dengan pengusaha yang ingin memanfaatkan jasa dan keterampilan mereka.

Teropong Jiwa masuk dalam top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur 2019, untuk kategori kesehatan. Penghargaan Kovabik diserahkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, kepada Bupati Anas pada Selasa (3/12/2019).

Selain Banyuwangi, sejumlah kabupaten dan kota juga menerima penghargaan yang sama, antara lain Agen Lingkungan Jaman Now SMPN 7 Situbondo, Among Tani Dinas Pertanian Kota Batu, Gadis Ayu Dispendukcapil Lumajang, Gema Saji Dinkes Bondowoso, dan Grebek Dahak TB UPTD Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri.

Selain itu, Kursi Biru Puskesmas Tanjungsari Dinkes Kota Surabaya, dan Siput Keliling DPM dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumenep. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...