Sabtu
22 Agustus 2026 | 7 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PBNU: Paham Radikal Sudah Sangat Serius Merusak Pancasila

pdip-jatim-nasyirul-falah1

JAKARTA – Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru menegaskan, penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto menandakan radikalisme perlu ditangani serius oleh pemerintah. 

“Itu artinya paham radikal sudah sangat serius merusak Pancasila. Saatnya sekarang pemerintah tegas menggebuk serta mengedukasi orang yang terpapar paham radikal,” kata Gus Falah, Kamis (10/10/2019).

Dia khawatir penyerangan terhadap Wiranto disusul penyerangan pada pimpinan institusi negara lainnya. Karena itu, Gus Falah menegaskan, sudah waktunya pemerintah memberikan pemahaman Pancasila secara lebih masif.

Baca juga: Kecam Penusukan Wiranto, Megawati Minta Kader PDIP Tetap Tenang dan Waspada

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini pun menilai, penyebaran hoaks perlu cepat dihentikan oleh pihak Kemenkominfo. Sebab, menurut dia, penyebaran radikalisme kerap melalui hoaks di dunia maya.

Terpisah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengungkapkan, sesaat setelah menerima kabar terjadinya penusukan terhadap Wiranto, Presiden Joko Widodo langsung memberikan arahan agar semua pejabat dalam kondisi yang seperti ini untuk melakukan pengamanan.

“Ketika kejadian kebetulan saya dengan Presiden dan Mensesneg, Presiden langsung memberikan arahan agar semua pejabat sekarang ini, dalam kondisi yang seperti ini untuk melakukan pengamanan,” kata Pramono usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019) malam.

Menurut Seskab, sekarang ini di era Jokowi banyak pejabat menteri dan sebagainya yang sebenarnya tidak mau dikawal, tidak pakai pengawalan. Tapi kalau melihat ancaman itu riil, sambung dia, dan ancaman itu disiapkan seperti yang terjadi di Pandeglang hal itu memperlihatkan bahwa sel jaringan itu ada.

“Sehingga dengan demikian Presiden telah meminta kepada kita, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) untuk segera mengoordinasikan pengamanan terhadap pejabat negara,” ungkap Pamono.

Mengenai bagaimana bentuk pengamannya, menurut Seskab, tidak perlu berlebihan tetapi kewaspadaan itu menjadi sangat penting.

Wiranto ditusuk saat mampir di Alun-alun Menes, Pandeglang setelah setelah meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar, kemarin siang. Akibatnya, Wiranto menderita luka di tubuh bagian depan.

Mengenai kondisi Wiranto, imbuh Pramono, setelah proses operasi selama 3 jam yang berjalan dengan baik, Wiranto sudah keluar dari ruang operasi. “Beliau sekarang menempati ruang ICU untuk menstabilkan,” terang Pramono. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Kili-Kili Berbasis Sains, Gandeng Universitas Brawijaya

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan ...
LEGISLATIF

Kanang Bersama PMI Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngawi Terdampak Kekeringan

NGAWI – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan air bersih. ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...