Sabtu
22 Agustus 2026 | 5 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Kembali jadi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia

pdip-jatim-tjahjo-anas

BANYUWANGI – Kementerian Dalam Negeri kembali menetapkan Banyuwangi sebagai “Kabupaten Terinovatif” dalam kompetisi Innovative Government Award (IGA) 2019. Gelar serupa tahun lalu juga diberikan kepada Kabupaten Banyuwangi.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan itu kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Senin (7/10/2019) malam. Banyuwangi juga mendapat dana insentif daerah Rp 9 miliar karena prestasi tersebut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Kemendagri. Menurutnya, model apresiasi semacam ini menyemangati pihaknya untuk selalu berupaya berinovasi dalam mengembangkan Banyuwangi.

“Kami senang karena pemerintah pusat, Presiden Jokowi dan Pak Mendagri mendorong iklim inovasi yang baik di daerah,” kata Bupati Anas, Selasa.

Inovasi daerah yang menjadi penilaian di antaranya tata kelola pemerintah daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi lainnya yang disesuaikan dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Banyuwangi sendiri pada penilaian kali ini mengajukan 186 inovasi daerah. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu menempati peringkat pertama dari seluruh kabupaten di Tanah Air.

Ada tiga hal utama yang diukur dalam penilaian Innovative Government Award, yaitu aspek kuantitas, aspek kualitas dan aspek manfaat.

Tim penilai inovasi daerah ini terdiri atas perwakilan Kemendagri, Kemenristekdikti, Kemenpan-RB, Kemenkominfo, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Administrasi Negara (LAN) serta unsur akademisi.

“Semua inovasi ini kami gagas untuk memudahkan pelayanan publik yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga. Dan kami bersyukur, bahwa ratusan inovasi yang kami geber selama ini mendapat poin tertinggi dari tim penilai,” jelas Anas.

Salah satu yang menyebabkan Banyuwangi mendapatkan poin tinggi dalam penilaian di kompetisi ini karena Banyuwangi telah menggunakan sistem online di berbagai urusan daerah. Mulai bidang keuangan, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, sosial, hingga pertanian dan peternakan.

Di bidang Pelayanan Publik, ada Smart Kampung yakni layanan desa berbasis online yang saat ini telah diterapkan oleh 189 desa. Di bidang pendidikan, berbagai proses pemberian beasiswa Banyuwangi Cerdas hingga tingkat perguruan tinggi dilakukan secara online.

Di bidang tata kelola keuangan daerah, ada beragam sistem online yang dikembangkam Banyuwangi, mulai SIMRAL, SP2D Online, hingga BKU Online. Ada pula e-BPHTB dan e-PAD, e-retribusi Pasar, e-village budgeting dan e-monitoring system.

Di peternakan ada e-ternak yakni kartu elektronik ternak (e-Nak) untuk mendata ternak yang berisi data riwayat ternak sapi, mulai usia, hingga riwayat kesehatan, hingga riwayat kehamilan dan masih banyak yang lainnya.

Ujung dari inovasi itu, sebut Anas, adalah peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi dan pihaknya bersyukur karena semua indikator menunjukkan hal itu. Misalnya, kemiskinan yang dulu selalu dua digit, sekarang bisa ditekan hingga 7 persen.

“Pendapatan per kapita naik dua kali lipat menjadi lebih dari Rp4 8 juta per orang per tahun,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kanang Bersama PMI Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngawi Terdampak Kekeringan

NGAWI – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan air bersih. ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Pastikan Penutupan Soekarno Cup 2026 di GBT Tetap Meriah

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan penutupan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), ...