Sabtu
22 Agustus 2026 | 11 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gandrung Sewu, Upaya Regenerasi Seniman Tari di Banyuwangi

pdip-jatim-gandrung-1000

BANYUWANGI – Festival tahunan, Gandrung Sewu, kembali digelar di Banyuwangi. Pagelaran seni tari kolosal khas Bumi Blambangan ini bakal digelar pada Sabtu (12/10/ 2019) depan.

Ribuan penari Gandrung berbagai usia dengan busana yang menyala akan menampilkan keindahan gerak tari di bibir Pantai Marina Boom.

Festival kesenian rakyat ini menyajikan tarian yang dibalut dalam sendratari dan berkisah tentang perjuangan heroik rakyat Blambangan melawan kolonial. Lebih dari 1.000 penari Gandrung akan menari dengan latar pemandangan Selat Bali.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, festival ini adalah semacam perayaan tahunan para penari Gandrung Banyuwangi. Ribuan penari Gandrung dari berbagai penjuru Banyuwangi telah berkumpul dan berlatih bersama untuk menghadirkan atraksi seni kolosal yang memikat.

Beralaskan pasir pantai, mereka akan menari dengan lincahnya membentuk beragam formasi yang bakal menjadi pemandangan yang tak terlupakan.

“Kemegahan Gandrung Sewu telah menjadikan event ini masuk 10 Best Calendar of Event Wonderful Indonesia,” kata Anas, kemarin.

Gandrung Sewu tahun ini melibatkan 1.330 seniman tari dan musik Banyuwangi. Mengambil tema Panji-Panji Sunangkara, sendratari itu akan bercerita tentang semangat membara Pangeran Rempeg Jagapati memimpin rakyat Banyuwangi melawan tantara kolonial Belanda.

Gandrung, kata Anas, adalah salah satu identitas budaya Banyuwangi yang telah mendunia. Tidak hanya menghadirkan sebuah event, menurut Anas, Gandrung Sewu ini digelar sebagai upaya regenerasi seniman tari di Banyuwangi.

“Setiap tahunnya seniman cilik, muda, hingga paruh baya, antusias menampilkan atraksi kolosal Gandrung Sewu untuk menunjukkan kebanggaan mereka terhadap budaya daerah pada publik global. Penari dari usia 6 hingga paruh baya semua menyambut event ini dengan suka cita,” jelas Anas.

Dia menambahkan, pada tanggal 12 Oktober 2019 juga akan disuguhkan atraksi budaya daerah lain, yakni Festival Lembah Ijen dan Ngopi Sepuluh Ewu (10.000). Festival yang rutin digelar di Taman Gandrung Terakota setiap bulan ini menyuguhkan sendratari Meras Gandrung, yang mengisahkan perjalanan seseorang penari menjadi Gandrung.

“Jika ingin melihat kisah Gandrung lebih dekat lagi, silakan hadir di Festival Lembah Ijen usai menonton Gandrung Sewu. Sendratari ini digelar di amfiteater berlatarkan hamparan sawah yang dikelilingi ratusan patung gandrung berbahan terakota. Amfiteater ini berada di ketinggian 600 mdpl di kaki ijen,” jelas Anas.

Selama bulan Oktober 2019 ini, beragam event juga meramaikan Banyuwangi Festival. Antara lain, pada Sabtu 5 Oktober kemarin digelar Kuntulan Caruk di Gesibu Banyuwangi.

Kuntulan atau hadrah kuntul merupakan kesenian asli Banyuwangi dengan jenis peralatan yang khas berupa alat musik ritmis, yang disebut terbang.

Lalu ada Festival Band Remaja (18 Oktober) dan Festival Gendhing Osing (26 Oktober), sebagai ajang pencarian bibit seniman musik muda berbakat di Banyuwangi. Selain itu, juga dihadirkan Banyuwangi Writing Festival (20 Oktober), Santripreneur Festival (20-22 Oktober), dan Banyuwangi International BMX (26-27 Oktober). Festival Anak Sholeh pada Selasa-Rabu (29-30 Oktober), dan Traditional Market Festival (30 Oktober). (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Kili-Kili Berbasis Sains, Gandeng Universitas Brawijaya

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan ...
LEGISLATIF

Kanang Bersama PMI Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngawi Terdampak Kekeringan

NGAWI – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan air bersih. ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...