Jumat
16 Oktober 2026 | 9 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Charta Politika: PDIP Harus Jaga Jokowi dari Jebakan Periode Kedua

pdip-jatim-jokowi-maruf-usai-putusan-mk

JAKARTA – Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, PDI Perjuangan merupakan partai yang harus konsisten membela Joko Widodo dari jebakan-jebakan pada pemerintahan periode kedua. Pasalnya, Jokowi sangat diasosiasikan dengan PDIP sehingga ketika Jokowi gagal di periode kedua, maka PDIP akan mendapatkan dampak negatif.

“Jadi, mau tidak mau PDIP harus menjadi garda terdepan menjaga Jokowi agar terhindarkan dari jebakan-jebakan periode kedua karena kalau Jokowi gagal, partai yang paling dirugikan adalah PDIP,” ujar Yunarto, dihubungi Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Menurut Yunarto, salah satu jebakan yang paling berbahaya di periode kedua adalah soliditas koalisi untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf sampai akhir masa jabatannya. Pasalnya, orientasi parpol dan elite pada periode kedua pemerintahan Jokowi sudah melampaui sekedar menyukseskan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, yakni Pilpres 2024.

“Inilah yang berbahaya karena setiap parpol dan elite di koalisi mempunyai kesempatan yang sama untuk maju di pemilu 2024. Jokowi sudah tidak bisa maju lagi dan orientasi dari elite dan parpol sudah menuju Pemilu 2024,” kata Yunarto.

Karena itu, menurut Yunarto, peran PDIP sangat penting dalam mencegah jebakan tersebut menggagalkan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. PDIP, kata dia, tidak hanya memastikan semua program dan kebijakan Jokowi terealisasi, tetapi juga harus mampu menciptakan soliditas koalisi sampai selesai masa jabatan Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi, PDIP harus konsisten menjadi pelindung Jokowi dan juga menjaga agar koalisi tetap solid. Ini juga untuk kepentingan PDIP jika nantinya mengusung kadernya menjadi capres atau cawapres. Jika Jokowi berhasil bisa saja kader yang dicalonkan PDIP menang lagi di Pilpres 2024,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Yunarto mengingatkan Jokowi agar hati-hati memasukkan nama orang yang bakal menjadi menteri dalam kabinet. Pasalnya, orang-orang tersebut atau partainya bisa saja menjadikan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sebagai batu loncatan menuju pilpres 2024.

“Jadi, kuncinya di Jokowi sendiri untuk hati-hati memasukkan orang-orang ke dalam kabinet, harus benar-benar difilter agar tidak menjadi bumerang bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang pada akhir membuat kisruh di pemerintahan,” kata Yunarto. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...