Selasa
25 Agustus 2026 | 8 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Charta Politika: PDIP Harus Jaga Jokowi dari Jebakan Periode Kedua

pdip-jatim-jokowi-maruf-usai-putusan-mk

JAKARTA – Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, PDI Perjuangan merupakan partai yang harus konsisten membela Joko Widodo dari jebakan-jebakan pada pemerintahan periode kedua. Pasalnya, Jokowi sangat diasosiasikan dengan PDIP sehingga ketika Jokowi gagal di periode kedua, maka PDIP akan mendapatkan dampak negatif.

“Jadi, mau tidak mau PDIP harus menjadi garda terdepan menjaga Jokowi agar terhindarkan dari jebakan-jebakan periode kedua karena kalau Jokowi gagal, partai yang paling dirugikan adalah PDIP,” ujar Yunarto, dihubungi Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Menurut Yunarto, salah satu jebakan yang paling berbahaya di periode kedua adalah soliditas koalisi untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf sampai akhir masa jabatannya. Pasalnya, orientasi parpol dan elite pada periode kedua pemerintahan Jokowi sudah melampaui sekedar menyukseskan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, yakni Pilpres 2024.

“Inilah yang berbahaya karena setiap parpol dan elite di koalisi mempunyai kesempatan yang sama untuk maju di pemilu 2024. Jokowi sudah tidak bisa maju lagi dan orientasi dari elite dan parpol sudah menuju Pemilu 2024,” kata Yunarto.

Karena itu, menurut Yunarto, peran PDIP sangat penting dalam mencegah jebakan tersebut menggagalkan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. PDIP, kata dia, tidak hanya memastikan semua program dan kebijakan Jokowi terealisasi, tetapi juga harus mampu menciptakan soliditas koalisi sampai selesai masa jabatan Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi, PDIP harus konsisten menjadi pelindung Jokowi dan juga menjaga agar koalisi tetap solid. Ini juga untuk kepentingan PDIP jika nantinya mengusung kadernya menjadi capres atau cawapres. Jika Jokowi berhasil bisa saja kader yang dicalonkan PDIP menang lagi di Pilpres 2024,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Yunarto mengingatkan Jokowi agar hati-hati memasukkan nama orang yang bakal menjadi menteri dalam kabinet. Pasalnya, orang-orang tersebut atau partainya bisa saja menjadikan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sebagai batu loncatan menuju pilpres 2024.

“Jadi, kuncinya di Jokowi sendiri untuk hati-hati memasukkan orang-orang ke dalam kabinet, harus benar-benar difilter agar tidak menjadi bumerang bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang pada akhir membuat kisruh di pemerintahan,” kata Yunarto. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Soekarno Cup Tak Sekadar Bola: Rp545 Juta untuk NTT, 14 Pemain Dibidik Klub Profesional

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak hanya meninggalkan cerita tentang persaingan di lapangan hijau. Di balik gebyar ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Bukan Sekadar Cari Juara, Tapi Membangun Karakter Generasi Muda

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mencari juara, tetapi membangun karakter, sportivitas, ...
OLAHRAGA

Kalah 1-3, Banteng Jatim Ucapkan Selamat kepada Banteng Papua Raya, Evaluasi Teamwork

SURABAYA – Tim Banteng Jatim menutup perjalanan di Soekarno Cup 2026 dengan mengakui keunggulan Banteng Papua Raya. ...
OLAHRAGA

Debut Manis di Soekarno Cup 2026, Papua Raya Rebut Podium Ketiga Usai Tekuk Banteng Jatim 3-1

Banteng Papua Raya mengakhiri debut di Soekarno Cup 2026 dengan meraih posisi ketiga setelah menaklukkan Banteng ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...