Jumat
14 Agustus 2026 | 12 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

BSPN Surabaya: KPU-Bawaslu Harus Jadi Wasit yang Jurdil, Tak Berpihak dan Profesional

pdip-jatim-logo-pemilu2019

SURABAYA  – Sekretaris Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Kota Surabaya Rudy Yono Antonio mengatakan, pemilu sebagai sarana berdemokrasi bagi negara-negara modern di dunia saat ini, memiliki dimensi-dimensi yang bersifat universal khususnya bagi penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.

Menurut Rudy, karakter dasar penyelenggara pemilu yang demokratis ini adalah independensi, imparsialitas dan kompetensi.

“Dengan sifat-sifat demikian, maka penyelenggara pemilu diharapkan bisa menjadi wasit yang jujur, adil, tidak berpihak serta profesional,” kata Rudy, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/4/2019).

Dia menyebutkan, diterapkannya Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, menjadi pondasi awal jelang pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 yang sudah semakin dekat.

“Bagi penyelenggara pemilu sejak proses rekrutmen, telah disaring sedemikian rupa dengan berbagai persyaratan yang ketat untuk membentuk sebuah lembaga yang kuat dan disegani berbagai pihak baik yang sedang berkompetisi maupun yang sedang berkepentingan,” jelasnya.

Namun, pada kenyataan di lapangan, ungkap Rudy, masih ditemui beberapa penyelengggara pemilu yang nakal. Mereka berusaha mengambil keuntungan dari sistem konsolidasi, serta pemanfaatan anggaran dengan menggunakan berbagai dalih.

“Di antaranya mepetnya waktu, keterbatasan SDM yang bersedia bertugas; yang alih-alih justru terindikasi menguntungkan pihak-pihak tertentu,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Rudy, Badan Saksi Pemilu Nasional PDI Perjuangan Kota Surabaya menyatakan sikap:

1. Menuntut penyelenggara pemilu; baik KPU maupun Bawaslu di semua tingkatan untuk mengedepankan prinsip-prinsip pemilu yang bebas intervensi kepentingan kelompok, golongan, bahkan hubungan kekeluargaan dimulai sejak dari proses perekrutan personel.

2. Menolak “Pengkondisian” penyelenggara pemilu kepada caleg/parpol tertentu. 3. Mengimbau masyarakat/khalayak umum untuk berani menyatakan keberatan atas ketidaknetralan atau indikasi adanya money politics yang menjangkiti penyelenggara pemilu. (ru)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...
KRONIK

Lomba Nyo’on Geddeng hingga Makan Pisang, Cara Seru Hj. Ansari Rawat Kebersamaan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menggelar senam bersama dan berbagai lomba agustusan ...