Rabu
07 Oktober 2026 | 11 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Marhaen: Pemkab Siapkan Aplikasi Penjualan Berbasis Android bagi Petani Bawang

pdip-jatim-marhaen-rudiantara-khofifah

NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, pemkab bakal menyediakan aplikasi penjualan berbasis android yang bisa diunduh melalui telepon seluler bagi para petani bawang merah setempat.

“Aplikasi ini dijamin akan memberi keuntungan terhadap petani maupun konsumen,” kata Marhaen, saat mendampingi  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara yang menghadiri Harlah Muslimat NU ke 73, di Desa Gempol, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, kemarin.

Dia mengatakan aplikasi ini telah diterapkan oleh para petani bawang di Brebes, Jawa Tengah.

“Melalui aplikasi ini para petani di Brebes bisa menjual bawang hasil taninya seharga Rp18 ribu perkilogram. Sedangkan konsumen di Jakarta membelinya seharga Rp20 ribu di pasar,” jelasnya.

Sedang Menkominfo Rudiantara menjelaskan aplikasi ini memangkas pembelian bawang oleh tengkulak kecil yang biasanya memborong dengan harga murah dari petani di desa, untuk kemudian dilempar lagi ke tengkulak yang lebih besar.

“Itulah kenapa harga bawang yang ditawarkan oleh tengkulak kepada petani di desa begitu rendah tapi sesampainya di kota harganya bisa menjadi dua hingga tiga kali lipatnya,” ujarnya.

Menkominfo berada di Nganjuk memenuhi ajakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menandatangani nota kesepahaman antihoaks yang dihadiri ratusan ibu-ibu anggota Muslimat NU di Desa Gempol, Kecamatan Rejoso.

“Tadi Pak Menteri di sepanjang jalan ketika sudah memasuki wilayah Kabupten Nganjuk melihat di pinggir-pinggir jalan kok banyak bawang merah. Saya bilang Nganjuk ini salah satu penghasil bawang dan beliau tergerak untuk menyediakan aplikasi penjualan yang akan member manfaat bagi para petani,” kata Khofifah, yang juga Ketua Umum Muslimat NU.

Rudiantara sempat berdialog dengan ibu-ibu anggota Muslimat NU setempat yang berprofesi sebagai petani bawang merah.

Diperoleh informasi mereka biasanya menjual ke tengkulak kecil seharga Rp10 ribu perkilogram. Namun, pasar-pasar tradisional Kota Surabaya harga bawang merah dalam dua hari terakhir berada di kisaran  Rp 25 ribu per kilogram. “Nanti setelah kami sediakan aplikasi penjualan ini para petani bisa menjual bawangnya seharga Rp18 ribu dan para konsumen di kota besar seperti Surabaya bisa membeli di pasar seharga Rp 20 ribu. Dengan begitu kedua belah pihak bisa sama-sama mendapat keuntungan,” ujarnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...