Senin
19 Oktober 2026 | 9 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Data-data yang Saya Sampaikan Itu dari Kementerian, Bukan Ngarang Sendiri!

pdip-jatim-jokowi-di-pandeglang

PANDEGLANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, data-data yang dia sampaikan dalam berbagai kesempatan, seperti impor jagung dan beras, diperoleh dari Kementerian dan Lembaga (K/L).

Jika data tersebut tidak sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jokowi memperkirakan kuota impor yang diberikan tidak terealisasi.

“Ya coba dicek saja, bisa saja itu kuota tapi tidak terealisasi. Tolong dicek, dicek lapangan. Wong kita ini menyampaikan data dari kementerian, bukan karangan saya sendiri,” kata Jokowi menjawab wartawan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, kemarin.

Misalnya yang berkaitan dengan impor jagung, Jokowi menegaskan sudah konfirmasi ke Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan (Mendag), jika pada 2018 jumlah impornya 180.000 ton, dan juga ada ekspor 380.000 ton.

Kemudian soal impor beras meskipun produksinya berlebih, Jokowi menekankan, bahwa impor dilakukan untuk cadangan strategis. Yang kedua, untuk hal-hal yang bersifat darurat karena bencana, dan yang ketiga jaga-jaga kalau gagal panen, atau kalau ada hama.

“Dari data BPS yang saya terima di 2018 itu sudah surplus 2,8 juta ton, tolong konfirmasi ke BPS. Jadi kita itu datanya data dari kementerian, dari lembaga, bukan ngarang sendiri, bukan ngarang-ngarang itu,” tegasnya.

Sedang yang terkait kebakaran hutan, yang disampaikannya adalah bahwa pemerintah bisa mengatasi kebakaran hutan dalam tiga tahun ini. Artinya, sambung Jokowi, bukan tidak ada, tetapi turun drastis, 85 persen lebih.

“Artinya, ya sekarang kan enggak ada yang namanya pesawat enggak bisa turun, enggak bisa naik kayak dulu. Keluhan-keluhan di provinsi mengenai asap juga tidak ada, keluhan dari negara tetangga dalam tiga tahun ini, Singapura Malaysia dapat dikatakan enggak ada komplain sama sekali. Itu yang kita maksud,” jelas Jokowi.

Sementara terkait konflik dalam pembangunan infrastruktur, Presiden menjelaskan, bahwa konteksnya adalah pembebasan lahan. Dia mengingatkan, banyak infrastruktur yang berhenti delapan tahun, ada yang 26 tahun karena pembebasan tanahnya terhambat.

Sekarang ini, ucap Jokowi, alhamdulillah untuk pembebasan infrastruktur dapat dikatakan tidak banyak terjadi konflik. “Kalau konflik agraria, sebelum sertifikat lahan itu selesai 80 juta itu ya konflik-konflik itu pasti ada, di semua provinsi ada,” jelas Jokowi, sambil minta wartawan agar konteksnya tidak dibolak-balik sehingga terkesan pemerintah tidak menguasai masalah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run 2026, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...
KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...
KRONIK

Lulus Sekolah Pra-Pratama, Gen-Z Temukan Passion Perjuangan di PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...