Sabtu
01 Agustus 2026 | 11 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

4 Kali Bertarung Politik, Jokowi Selalu Mendapat Kepercayaan Rakyat

pdip-jatim-maruarar-tmp-pusat

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait menilai ada perbedaan antara calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dengan capres nomor 02, Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo kan belum pernah memenangkan pertarungan apapun, kecuali jadi ketum Gerindra saja. Pemilu presiden selalu kalah, (calon) wapres maupun (calon) presiden,” ujar Maruarar, di kompleks parlemen, Kamis (29/11/2018).

Sementara Jokowi, lanjut Maruarar, selalu memenangkan pemilu yang diikutinya dari pemilihan Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, sampai Presiden Indonesia. “Empat kali bertarung politik, Pak Jokowi selalu mendapatkan kepercayaan rakyat,” kata Ara, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, saat menghadiri acara “The World in 2019 Gala Dinner” yang diselenggarakan majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa (27/12/2018), Prabowo menyebutkan soal korupsi di Indonesia yang seperti kanker stadium 4.

Kemudian juga soal rakyat yang mudah disuap untuk memilih calon tertentu dalam pemilu. Prabowo juga menyinggung soal elite bangsa Indonesia yang rai gedhek (tak tahu malu).

Menurut Ara, pidato tentang kondisi negatif Indonesia di forum internasional wajar dilakukan Prabowo sebagai manuver untuk menarik perhatian masyarakat.

“Usaha silakan saja, tetapi kami dari pendukungnya Pak Jokowi makin yakin rakyat Indonesia secara objektif bisa melihat mana yang optimis mana yang pesimis,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno, mengatakan sejujurnya sebelum era reformasi tiba, kritik yang dilontarkan Prabowo terhadap elite yang tak tahu malu justru tumbuh di masa pemerintahan Soeharto.

“Seperti itu justru kami serukan kepada para elit di seputar Soeharto yang rajin membiarkan KKN,” ujarnya.

Dia menyebutkan, saat itu PDIP berharap kepada Presiden Soeharto sebagai mandataris MPR untuk melakukan langkah-langkah tegas pemberantasan KKN. Mengingat atas mandataris itu, Soeharto memiliki kekuasaan otoriter dan hegemonik.

“Bukan malah sebaliknya, sibuk melembagakan kepura-puraan dan menjadikan kemampuan berpura-pura, bersandiwara dan basa-basi sebagai standar perilaku politik dan sosial,” kata Hendrawan.

Menurut dia, kini kecaman yang sama datang lagi. Sayangnya kecaman tersebut, datang dari elite yang dikritik PDIP saat era orde baru. “Ironisnya disuarakan oleh elit yang dibesarkan di zaman ‘old’,” imbuhnya.

“Elit-elit politik yang dikatakan Prabowo itu, justru kelompok-kelompok yang hidup subur pada era Soeharto,” lanjut Hendrawan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Muhamad Zaini Ajak Warga Kabupaten Pasuruan Jaga Persatuan Lewat Reses

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, menggelar agenda Reses Masa Persidangan ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se-Kecamatan Tanggunggunung Sukses, Teguhkan Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar konsolidasi internal ...
KRONIK

Kejhung Mulai Hilang dari Desa, DPRD Jember Dorong Revitalisasi Budaya Madura

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian dari ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Siap Digelar, PDIP Jatim Perkuat Ekosistem Pembinaan Sepak Bola

PDIP Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan ...
LEGISLATIF

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan ...
LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...