Rabu
29 Juli 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ekonomi Dinilai Sedang dan Baik, Jokowi-Ma’ruf Tetap Unggul

pdip-jatim-jokowi-salam-jempol

JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan terbaru survei nasional mengenai persepsi ekonomi dalam menentukan pemenang Pilpres 2019.

Peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa menyatakan, sebanyak 70,3 persen pemilih menilai kondisi ekonomi Indonesia sedang dan baik. Sedangkan 24,7 persen menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk.

Dia mengatakan, sesuai survei tersebut pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin tetap lebih unggul. Sebab yang menganggap ekonomi saat ini baik dan sedang lebih menyatakan dukungan ke petahana.

“Dari mereka yang mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini sedang dan baik sebesar 64,4 persen menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Dan sebesar 20,5 persen memilih pasangan Prabowo-Sandi,” kata Adrian di kantor LSI Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018).

Sedangkan untuk kategori persepsi ekonomi buruk kata Adrian, pemilih lebih condong memilih pasangan Prabowo-Sandi. Untuk pemilih Jokowi-Ma’ruf hanya sebanyak 25,5 persen menyatakan kondisi ekonomi buruk.

“Ini cukup jomplang dengan pemilih Prabowo-Sandiaga yang sebanyak 63,9 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak jawab 10,6 persen,” ucap dia.

Dia menjelaskan persepsi baik ataupun buruk ekonomi di Indonesia sangat penting bagi kedua pasangan capres dan cawapres. Sebab hal tersebut dijadikan acuan dalam menentukan pilihan.

Adrian juga mengatakan, petahana memiliki pemilih loyal di segmen agama minoritas. Adapula sebagian pemilih dari segmen agama minoritas yang menilai ekonomi buruk sebesar 52,2 persen sementara ke Prabowo-Sandiaga 43,5 persen.

Akan tetapi, kata dia, meski menilai ekonomi buruk, pilihan capres mereka tetap Jokowi-Maruf.

“Artinya segmen pemilih ini adalah pemilih loyal yang tidak terpengaruh oleh naik turunnya kondisi ekonomi Indonesia,” jelas Adrian.

Tak hanya itu, Adrian menyebut Jokowi mempunyai pemilih loyal di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti halnya pemilih yang tinggal di Indonesia Timur terutama di Maluku dan Papua.

“Meski menilai ekonomi buruk, namun meraka tetap mendukung Jokowi-Maruf sebagai capresnya. Artinya dukungan terhadap capres tidak bergantung pada naik turunnya kondisi ekonomi,” ujar dia.

Pengumpulan data survei LSI Denny JA dilakukan pada 10 hingga 19 November 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling.

Jumlah responden yang disurvei sebanyak 1.200 responden dan merupakan warga yang telah memiliki hak pilih.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. LSI menyatakan margin of error survei tersebut berada di angka 2,9 persen. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Tuntaskan 93,6 Persen Pengadaan Lahan Tol Kertosono–Kediri

Pemkab Kediri menuntaskan 93,6 persen pengadaan lahan Tol Kertosono–Kediri dan mempercepat penyelesaian Tol ...
LEGISLATIF

Kanang Soroti Pengalihan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih, Khawatir Hambat Pembangunan Desa

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, menyoroti kebijakan pengalihan sebagian Dana Desa ...
KRONIK

Bupati Fauzi Serahkan BLT-DBHCHT pada Ribuan Buruh dan Petani Tembakau

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Libatkan Wasit Perempuan, Tegaskan Sepak Bola Milik Semua Talenta

Soekarno Cup 2026 melibatkan wasit dan perangkat pertandingan perempuan sebagai wujud komitmen terhadap kesetaraan ...
LEGISLATIF

Hari Yulianto Dorong Pemerintah Perkuat Pelatihan Pemuda untuk Cetak Wirausaha Berdaya Saing

Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto mendorong pemerintah memperkuat pelatihan bagi pemuda untuk melahirkan usaha-usaha ...
KRONIK

DPRD Jember Persoalkan Klaim PT KAI atas Jalan Wijaya Kusuma

JEMBER – Status Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya di depan Stasiun PT KAI Daop 9, dipersoalkan DPRD Jember. DPRD ...