Sabtu
01 Agustus 2026 | 8 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Caleg Tak Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf Kena Sanksi

pdip-jatim-hasto-konsolidasi-surabaya

SURABAYA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma`ruf Amin, Hasto Kristiyanto memimpin konsolidasi pemenangan di Posko Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur di Surabaya, Jumat (16/11/2018). Konsolidasi itu fokus terhadap pemenangan Capres-cawapres Jokowi-KH Ma`ruf di Jatim.

Di depan seluruh perwakilan TKD kabupaten/kota se-Jatim, Hasto memaparkan keberhasilan Jokowi saat menjadi presiden. Yakni sukses membangun sistem kepemimpinan yang bersih, merakyat, disertai hasil kerja nyata.

“Pak Jokowi menghadirkan kekuasaan untuk rakyat yang dilandasi kejujuran diri, menjauhi perilaku koruptif, serta menciptakan sistem transparan dan memudahkan rakyat. Termasuk dalam hal usaha yang sekarang sudah `online’ dan cepat,” kata Hasto.

Sekjen PDI Perjuangan ini juga menyatakan, semua partai pengusung dan pendukung pasangan calon nomor urut 01 itu akan memberikan sanksi kepada caleg-nya yang tak mengkampanyekan Jokowi-Ma’ruf.

Jokowi-Ma’ruf diusung dan didukung sembilan partai, yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, Perindo, PSI, dan PKPI.

“Pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 adalah satu tarikan nafas bagi partai koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Oleh karenanya, caleg dari sembilan partai koalisi yang tidak menyosialisasikan paslon nomor 01 itu akan terancam sanksi,” jelas Hasto.

Kewajiban para caleg partai pendukung dan pengusung menyosialisasikan Jokowi-Ma’ruf itu merupakan rekomendasi Rapat Kerja Nasional TKN di Surabaya, akhir Oktober lalu. Adapun bentuk sanksi yang diberikan terhadap caleg yang melanggar diserahkan kepada masing-masing parpol.

Hasto menambahkan, bagi caleg PDI Perjuangan yang melanggar maka sanksinya pemecatan dari partai.

Karena itu ia meminta agar seluruh tim kampanye, mesin parpol, dan relawan dari masing-masing parpol pengusung dan pendukung bersatu padu memenangkan paslon nomor urut 01.

“Jika ada caleg dari parpol koalisi yang tidak menyosialisasikan Jokowi-Kiai Maruf, berarti caleg tersebut tidak bisa membaca apa yang tampak di balik sikap Partai Demokrat yang membebaskan kadernya untuk memilih capres,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Musran dan Musranran se-Kecamatan Tanggunggunung Sukses, Teguhkan Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar konsolidasi internal ...
KRONIK

Kejhung Mulai Hilang dari Desa, DPRD Jember Dorong Revitalisasi Budaya Madura

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian dari ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Siap Digelar, PDIP Jatim Perkuat Ekosistem Pembinaan Sepak Bola

PDIP Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan ...
LEGISLATIF

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan ...
LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...
LEGISLATIF

DPRD Minta Pemkab Jember Tak Tergesa Berutang Rp786 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Widarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak ...