Selasa
20 Oktober 2026 | 1 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

TKN: Pemimpin Itu Menebar Pesan Kebaikan, Bukan Sebaliknya

pdip-jatim-hasto-ket-pers2

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto berpendapat, pernyataan Prabowo Subianto tentang ‘tampang Boyolali’ yang viral itu berstigma negatif di kalangan masyarakat Jawa Tengah.

“Kita lihat ekspresi masyarakat Boyolali pun kan menyampaikan keberatan,” kata Hasto di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/11/2018).

Hasto menyebutkan, seharusnya Prabowo menyebarkan pesan-pesan kebaikan bukan sebaliknya.

“Apapun yang terucap dari seorang pemimpin itu harus sesuatu yang positif, sesuatu yang membangun rasa percaya diri rakyat, menggelorakan kebanggaan sebagai warga bangsa Indonesia,” kata dia.

“Bukan malah kemudian merendahkan,” lanjut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.

Seperti diwartakan, Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10/2018) sempat menyinggung soal ‘tampang Boyolali’ tidak bisa masuk hotel mewah.

Dalam video yang beredar, mula-mula Prabowo menyatakan kesiapannya untuk mengabdikan jiwa dan raga bagi bangsa. Prabowo kemudian membicaraka mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini.

Prabowo juga menyebut bahwa bangsa Indonesia tidak menguasai perekonomiannya sendiri. Ia kemudian memberi contoh bahwa banyak hotel mewah di Jakarta namun tidak bisa dinikmati oleh rakyat kelas bawah.

Dalam hal ini Prabowo membuat perumpamaan bahwa yang tidak bisa masuk hotel-hotel mewah itu karena ‘tampang Boyolali’.”Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini,” ungkap Prabowo.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya tidak “menggoreng “ pernyataan ” Tampang Boyolali” yang disampaikan Prabowo.

Menurut dia, polemik yang muncul saat ini karena dianggap menyentuh emosional masyarakat Boyolali. Aksi dan protes dinilainya dilakukan spontan.

“Itu spontan dari masyarakat yang tersinggung terhadap ucapan atau guyonan dari Pak Prabowo. Pasti kemudian jadi dipersepsi menjadi politis. Tapi itu kan spontan di sana,” kata Karding, saat dihubungi wartawan, Senin (5/11/2018).

Dia menegaskan, timnya tak punya waktu untuk mengurus hal seperti itu karena fokus untuk  pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Mereka menuding (politisasi), karena tidak ada cara lain menjawab, kecuali menuding. Supaya publik mengetahui ya tuding ke kami. Padahal enggak ada urusannya. Saya tegaskan, kami masih ada tugas-tugas lain ketimbang mengurus hal-hal seperti itu,”ujar Karding.

“Kami masih banyak pekerjaan tugas yang belum kami selesaikan,” lanjut dia.

Karding mengatakan, dengan adanya polemik ini, menjadi pengingat bagi siapapun untuk tidak menyampaikan pernyataan yang terkait fisik, ras yang bisa dianggap merendahkan kelompok tertentu.

“Bahwa pernyataan atau guyonan, basisnya bully antara kaya dan miskin, fisik, suku jangan dilakukan lah apalagi seorang pemimpin sangat tidak patut. Karena itu menyinggung merendahkan masyarakat kita,” ujar Karding. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

634 Titik Panas Terdeteksi di Jatim, Eddy Paripurna Desak Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kedatangan KPU, Koordinasi Hal SIPOL

TUBAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban terus memperkuat konsolidasi dan tata kelola kelembagaan ...
KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...