Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Kabar Tak Benar soal Harga Naik Bisa Rugikan Pasar Tradisional

pdip-jatim-jokowi-pasar-anyar-tangerang1

TANGERANG – Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018) . Jokowi ingin mengecek kebenaran omongan sejumlah pihak yang mengatakan harga-harga barang di pasar mengalami kenaikan.

“Tadi pagi jam 06.00 WIB, saya sudah masuk ke Pasar Anyar. Ngapain di pasar? Karena ada yang mengatakan, harga-harga naik,” kata Jokowi di depan 1.000 caleg perempuan di Hotel JHL Solitaire, Kota Tangerang, kemarin.

Sontak, para caleg perempuan yang menghadiri acara itu berteriak, “bohong.” “Ya, saya ingin membuktikan itu,” lanjut Jokowi.

Nyatanya, Jokowi menemukan harga sejumlah bahan pangan di pasar tergolong stabil. Misalnya, telur ayam seharga Rp 22.000 per kilogram dan tempe seharga Rp 5.000 per batang.

“Saya lihat tempenya gede-gede banget. Kalau dipotong-potong, jadi 15 potong. Kalau saya, ya mungkin makan tiga saja sudah enggak muat,” ujar Jokowi yang disambut tawa.

Dia mengaku heran dengan pihak yang bilang bahwa harga bahan pangan naik. Sebab, tingkat inflasi tahun 2018 ini hanya 3,5 persen.

Angka ini berbeda dengan beberapa tahun lalu, yang tingkat inflasinya sampai menyentuh angka 7 hingga 8 persen. “Artinya apa? Artinya sebenarnya harga-harga terkendali,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dia minta pihak-pihak itu menyetop menyebarkan kabar yang tidak benar. Hal semacam itu justru berimbas negatif bagi keberlangsungan pasar tradisional.

“Jangan ada lagi yang masuk lalu keluar ke pasar kemudian teriak-teriak harga mahal. Ini bahaya. Ibu-ibu enggak akan mau lagi masuk ke pasar tradisional. Pedagang-pedagangnya pada ngamuk juga nanti,” kata Jokowi.

“Hati-hati statemen seperti itu bisa merugikan pasar tradisional dan pedagang di pasar,” tambah dia.

Jokowi blusukan sekitar 30 menit di Pasar Anyar. Selain membeli ikan, Jokowi juga membeli tahu, tempe, melinjo, petai, daging sapi, dan jeruk peras.

Di sela blusukan, mantan Wali Kota Solo ini sempat disapa pedagang yang berasal dari Boyolali,Jawa Tengah.

Awalnya, Jokowi sedang menyusuri gang pasar. Dia kemudian singgah di sebuah lapak ikan. Jokowi pun membeli satu kilogram ikan laut.

Tiba-tiba, laki-laki pedagang ikan tersebut nyeletuk, “Saya orang Boyolali lho, Pak Jokowi.” Mendengar celetukan itu, Presiden Jokowi tersenyum. “Oh, Boyolali…” ujar Jokowi.

Kemudian, si pedagang mengatakan, kampung halamannya di Boyolali, tepatnya berada di Sambi. Jokowi mengatakan, ia juga berdarah Boyolali. Orangtua dari Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomihardjo, berasal dari Boyolali.

“Kalau saya di Ngemplak,” timpal Jokowi dengan menggunakan bahasa Jawa.

Diketahui, kakek dan nenek Jokowi dari ibunya bernama Wirorejo dan Sani. Keduanya berasal dari Dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...