Jumat
25 September 2026 | 8 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua TKN: Berapa Tahun Jokowi Dizolimi?

pdip-jatim-ketua-tkn-erick-thohir

JAKARTA – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, menyatakan, Presiden Joko Widodo tidak sedang geram saat menyebut ada politisi sontoloyo.

Dia menilai wajar pernyataan tersebut lantaran Jokowi juga hendak menunjukkan apa yang sedang dirasakan sebagai kepala negara. Erick meyakini Jokowi tidak keceplosan saat menyebut adanya politisi sontoloyo.

“Enggak dia bukan geram, dia kan orangnya sangat sabar. Dan pasti begini lho, ketika isu PKI diangkat, berapa tahun dia harus dizolimi dibilang PKI, ini contoh. Berapa tahun dia dizolimi dibilang anti-Islam. Berapa tahun dia dizolimin dibilang ini pendukung asing,” kata Erick saat di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Menteng, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Dia menambahkan Jokowi melalui pernyataannya tersebut sekaligus berupaya mengingatkan masyarakat agar tak termakan omongan politisi yang mengadu domba dan memecah belah.

“Itu posisi dia jelas bahwa memang rakyat jangan selalu dibohongi dan beliau memastikan kepada kami untuk menyesuaikan dengan garis yang dia inginkan,” lanjut Erick.

Sementara itu, Presiden Jokowi saat penyerahan 5.083 sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat, di Lapangan Stadion Madya Sempaja, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (25/10/2018) sempat bercerita pernah menjadi korban fitnah di mana ia dituduh sebagai kader PKI.

“Kita lihat coba di media sosial fitnah-fitnah yang enggak pernah berhenti. Presiden Jokowi itu PKI, coba. Astaghfirullah. PKI dibubarkan tahun 65/66, saya dilahirkan tahun 61, umur saya baru 4 tahun, masa ada PKI balita? Ampun yang namanya politik itu kadang-kadang kejamnya seperti itu,” ungkap Jokowi.

Mendengar cerita Presiden ini, masyarakat yang hadir berujar Presiden harus sabar dalam menghadapi berbagai kabar yang tidak benar itu. “Sabar pak, sabar,” kata masyarakat.

Oleh sebab itu, Jokowi kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika, tata krama, dan sopan santun. Karena nilai-nilai itulah, yang terkandung dalam adat dan budaya Indonesia dan dalam agama yang kita anut.

“Marilah kita jaga bersama-sama kerukunan, persaudaraan, persatuan kita. Jangan sampai karena pilpres, pilgub, pilkada kita kelihatan enggak saudara lagi,” tandas Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...
KABAR CABANG

Konsolidasi di Kecamatan Rembang, Kader Banteng Ditegaskan Harus Turun ke Akar Rumput

KABUPATEN ​PASURUAN — Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan diminta untuk tidak hanya ...
KRONIK

Tanam Bibit Kelapa di Bancaran, Bupati Lukman Optimis Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama kelompok tani Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, melaksanakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Optimistis Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Dimulai 2028

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah optimistis program pendidikan negeri gratis mulai ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Seragamkan Motif, Warna, dan Kualitas Batik untuk SD-SMP Negeri

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menyeragamkan motif, warna, hingga kualitas seragam batik untuk ...
KRONIK

Gelar LKBB untuk Ribuan Pelajar, Pemkab Banyuwangi Wadahi Kreativitas dan Bakat Anak Muda

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) untuk pelajar. ...