Sabtu
01 Agustus 2026 | 4 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua TKN: Berapa Tahun Jokowi Dizolimi?

pdip-jatim-ketua-tkn-erick-thohir

JAKARTA – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, menyatakan, Presiden Joko Widodo tidak sedang geram saat menyebut ada politisi sontoloyo.

Dia menilai wajar pernyataan tersebut lantaran Jokowi juga hendak menunjukkan apa yang sedang dirasakan sebagai kepala negara. Erick meyakini Jokowi tidak keceplosan saat menyebut adanya politisi sontoloyo.

“Enggak dia bukan geram, dia kan orangnya sangat sabar. Dan pasti begini lho, ketika isu PKI diangkat, berapa tahun dia harus dizolimi dibilang PKI, ini contoh. Berapa tahun dia dizolimi dibilang anti-Islam. Berapa tahun dia dizolimin dibilang ini pendukung asing,” kata Erick saat di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Menteng, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Dia menambahkan Jokowi melalui pernyataannya tersebut sekaligus berupaya mengingatkan masyarakat agar tak termakan omongan politisi yang mengadu domba dan memecah belah.

“Itu posisi dia jelas bahwa memang rakyat jangan selalu dibohongi dan beliau memastikan kepada kami untuk menyesuaikan dengan garis yang dia inginkan,” lanjut Erick.

Sementara itu, Presiden Jokowi saat penyerahan 5.083 sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat, di Lapangan Stadion Madya Sempaja, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (25/10/2018) sempat bercerita pernah menjadi korban fitnah di mana ia dituduh sebagai kader PKI.

“Kita lihat coba di media sosial fitnah-fitnah yang enggak pernah berhenti. Presiden Jokowi itu PKI, coba. Astaghfirullah. PKI dibubarkan tahun 65/66, saya dilahirkan tahun 61, umur saya baru 4 tahun, masa ada PKI balita? Ampun yang namanya politik itu kadang-kadang kejamnya seperti itu,” ungkap Jokowi.

Mendengar cerita Presiden ini, masyarakat yang hadir berujar Presiden harus sabar dalam menghadapi berbagai kabar yang tidak benar itu. “Sabar pak, sabar,” kata masyarakat.

Oleh sebab itu, Jokowi kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika, tata krama, dan sopan santun. Karena nilai-nilai itulah, yang terkandung dalam adat dan budaya Indonesia dan dalam agama yang kita anut.

“Marilah kita jaga bersama-sama kerukunan, persaudaraan, persatuan kita. Jangan sampai karena pilpres, pilgub, pilkada kita kelihatan enggak saudara lagi,” tandas Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...
LEGISLATIF

DPRD Minta Pemkab Jember Tak Tergesa Berutang Rp786 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Widarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta Camat hingga RT/RW Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno meminta camat, lurah, RT, dan RW memperkuat deteksi dini untuk ...
EKSEKUTIF

Rijanto Minta Sertipikat Program PPTPKH Dimanfaatkan untuk Kembangkan Usaha dan Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Bupati Blitar Rijanto meminta masyarakat memanfaatkan sertipikat tanah Program PPTPKH sebagai modal mengembangkan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono: Infrastruktur Jadi Aspirasi Terbesar Warga Saat Reses di Dapil IX

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono, memastikan akan mengawal aspirasi masyarakat ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Tetapkan Krisis Air Bersih sebagai Prioritas Nasional

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera menetapkan penanganan krisis air bersih akibat ...