Kamis
22 Oktober 2026 | 2 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Udara Sudah Terlalu Bising, Kita Bicara Hal yang Positif-positif Saja”

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-diwawancara

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menanggapi dingin kicauan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut Capres Prabowo Subianto terkesan malas-malasan dan tidak serius dalam berkampanye.

“Kalau Twitter ya, yang menjawab Andi Arief sudah banyak,” ujar Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Hasto berharap semua pihak agar menghadirkan sesuatu yang positif dalam berpolitik di darat. Sebab menurutnya di udara sudah terlalu bising sehingga semua pihak harus menghadirkan sesuatu yang positif.

“Udara sudah terlalu bising, kita bicara hal yang positif-positif saja,” ucap Hasto yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Karenanya, dia mengimbau kepada seluruh tim pemenangan agar berbicara sesuatu yang positif kepada masyarakat sehingga udara tidak terlalu bising. “Kalau terlalu panas ini bisa memancing sesuatu hal yang kurang kondusif di darat. Saya enggak nanggapin,” tandasnya.

Sementara itu, meski Prabowo memiliki anggapan bahwa ekonomi Indonesia rapuh, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin tetap bergeming dan selalu optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Saat di Pondok Pesantren Jagat Arsy, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/10/2018), Ma’ruf Amin mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuat tonggak pembangunan ekonomi yang luar biasa.

“Saya ekonomi optimistik, tidak ekonomi pesimistik. Saya sangat optimis yang diletakkan Pak Jokowi itu patok-patok milestone. Yang akan nanti terjadi lompatan apabila kita mampu memaksimalkan maximize utility yang ada,” kata Ma’ruf.

Terkait dengan ucapan Prabowo soal ‘ekonomi kebodohan’, Ma’ruf berpendapat, justru akan terjadi lompatan ekonomi ke depan jika bisa memaksimalkan yang telah dibuat oleh Jokowi.

“Saya kira boleh saja, tapi kalau buat saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi itu kan milestone, tonggak-tonggak pembangunan ekonomi yang besar dan luar biasa. Memang sekarang belum, tapi nanti kita berikan potensi yang sudah ada ini memberi maximize utility namanya,” tukasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung soal istilah ‘ekonomi kebodohan’ saat rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Timur, Kamis (11/10). Istilah itu disebut Prabowo karena dia mengklaim jutaan hektare tanah dikuasai swasta. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...