Selasa
20 Oktober 2026 | 11 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Tak Ada Penghentian Tunjangan Profesi Guru

pdip-jatim-jokowi-unipa-surabaya

SURABAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, kabar yang tidak bertanggung jawab mengenai adanya penghentian tunjangan yang diberikan pemerintah kepada para guru adalah kabar bohong atau hoaks.

Penegasan Jokowi ini disampaikan saat memberikan kuliah umum di Gelora Hasta Brata, Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA), Surabaya, Kamis (6/9/2018).

“Saya tegaskan bahwa saya siap untuk berdiri di depan dan berjuang untuk membela kepentingan guru-guru agar dapat melaksanakan tugas mulianya mendidik kader-kader bangsa di negara kita,” kata Jokowi.

Dia menyebutkan, tidak ada alasan apapun bagi pemerintah untuk mengurangi apalagi memberhentikan tunjangan profesi guru. “Karena itu adalah imbalan yang memang seharusnya diperoleh guru atas pengabdian profesi yang telah dan akan diabdikan untuk bangsa selama-lamanya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengemukakan, bahwa keberhasilan dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan ditentukan oleh keberhasilan dalam membangun manusia Indonesia yang berkualitas. Yakni manusia yang mampu belajar sepanjang hayat agar dapat menyesuaikan diri dengan zaman yang berubah serba cepat.

Menurutnya, fondasi untuk meningkatkan daya saing bangsa itu kuncinya ada di sumber daya manusia (SDM).

“Kita ini memiliki kapasitas terpendam. Punya kekuatan terpendam tapi belum dibangkitkan. Jangan berpikir anak kita kalah dengan bangsa lain,” ujar Jokowi.

Dia memberi contoh prestasi atlet-atlet Indonesia di Asian Games 2018, yang dapat melebihi dari target yang diberikan. Bahkan dapat menduduki peringkat empat dalam perolehan medali.

Dalam kuliah umum yang dihadiri oleh sekitar tiga ribu anggota PGRI dan civitas akademika UNIPA itu, Presiden Jokowi juga meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) PGRI yang akan digelar hingga Jumat (7/9/2018).

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Umum PP PGRI Unifah Rosyidi, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Jokowi juga bersilaturahmi ke para kiai, ulama, santri, dan walisantri yang ada di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Setelah itu, presiden menyerahkan 5.000 sertifikat hak atas tanah kepada warga di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Gresik, di Jatim Expo, Surabaya.

Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden Jokowi berkunjung ke Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...
KABAR CABANG

Sambut Hari Sumpah Pemuda, DPC Ngawi Siapkan Turnamen Futsal Berhadiah Jutaan Rupiah

NGAWI – Semangat Sumpah Pemuda bergemuruh di lingkungan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Dalam rangka ...