Senin
09 November 2026 | 12 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Tak Perlu ‘Pagi-pagi’ Umumkan Cawapres

pdip-jatim-jokowi-di-kota-padang

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan Joko Widodo tidak perlu tergesa-gesa mengumumkan siapa yang akan dijadikan calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

Hal ini karena Jokowi dianggap selangkah lebih maju dengan melakukan ‘pemanasan’ menjelang pertarungan untuk memperebutkan kursi RI-1. Sementara kelompok politik lawan dinilainya belum melakukannya.

“Pak Jokowi sekarang ini sudah pemanasan di lapangan, tapi yang lain masih teriak-teriak dari luar lapangan. Kalau begitu, buat apa umumkan cawapres, sementara yang lain kita belum tahu mau usung siapa, apalagi cawapresnya siapa,” ujar Andreas dalam acara diskusi di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

“Jadi, tidak perlu ‘pagi-pagi’ mengumumkan cawapres. Karena kita sendiri perlu tahu dulu lawannya siapa ya. Jangan sudah pasang tim, padahal belum tahu lawannya siapa. Ya jangan keluarin dulu,” lanjut dia.

Oleh sebab itu, Andreas mengatakan, cawapres Jokowi akan diumumkan apabila lawan sudah menunjukkan diri beserta cawapresnya. “Tunggu lihat. Pak Prabowo sudah mau mengusung atau belum? Kita lihat saja nanti. Jangan-jangan nanti Pak Jokowi (maju) sendirian kan,” lanjut dia.

Ketika ditanya soal siapa sosok yang akan menjadi cawapres Jokowi, Andreas menolak menjawabnya. Apabila saat ini beredar nama-nama tersebut, Andreas juga memastikan bahwa itu adalah spekulasi semata.

Sementara itu, hasil survei Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puspek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair) menyebut Jokowi disebut sebagai tokoh yang lebih diinginkan umat Islam untuk menjadi calon Presiden Indonesia ketimbang Prabowo Subianto.

Hasil survei yang dirilis Rabu (4/7/2018) itu, Jokowi mendapat elektabilitas tertinggi dan dianggap sebagai representasi umat Islam dengan perolehan 47,9 persen. Sementara Prabowo berada di urutan dua dengan perolehan angka 30,1 persen.

Sedang yang lainnya hanya meraih elektabilitas masing-masing, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (3,1 persen), Wakil Presiden Jusuf Kalla (1,4 persen) dan Politisi Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (1,2 persen), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (1,0 persen).

Ketua Partai Perindro Harry Tanoesoedibjo (1,0 persen), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (1,0 persen), dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (0,6 persen).

“Kami menggelar survei untuk menakar persepsi masyarakat yang beragama Islam atau muslim terhadap calon pemimpin Indonesia yang diinginkan dalam Pemilihan Presiden yang dijadwalkan berlangsung tahun depan,” ujar Direktur Puspek Unair Novri Susanto di Surabaya.

“Seluruh responden yang kami survei menyatakan menginginkan kepemimpinan dalam Pemilihan Presiden 2019 yang mewakili masyarakat Islam,” ungkap Novri.

Dia menjelaskan, survei tersebut berlangsung selama 6 – 22 Juni terhadap 1.200 responden muslim di 29 provinsi se-Indonesia, “margin error” dari survei ini sebesar 2,8 persen. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kaderisasi Tingkat Akar Rumput, DPC Magetan Lantik Pengurus Ranting Berusia 17 Tahun

MAGETAN — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar pelantikan Pengurus Ranting tingkat desa/kelurahan ...
KRONIK

Novita Hardini: Soekarno Run Jadi Bukti Komitmen PDI Perjuangan Jalankan Arahan Ibu Megawati

BLITAR — Penyelenggaraan Soekarno Run menjadi salah satu wujud komitmen PDI Perjuangan dalam menjalankan arahan ...
KRONIK

Angkat Motif Sabuk Mangir Latar Ukel, BBF Perkuat Pelestarian dan Industri Batik Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong pelestarian batik lokal sekaligus memperkuat ...
KRONIK

Dari Raquel 52 Tahun hingga Farles 17 Tahun, Soekarno Run Blitar Satukan Semangat Lintas Generasi

BLITAR — Usia bukan penghalang untuk terus berlari. Bagi Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, setiap perlombaan adalah ...
LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...