Selasa
27 Oktober 2026 | 10 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Mojokerto, Risma Jelaskan Skema Pemberdayaan Perempuan Gus Ipul-Mbak Puti

pdip-jatim-risma-kampanyekan-puti1

SURABAYA – Tak hanya di Sidoarjo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga memanfaatkan libur Lebaran kemarin malam dengan mengampanyekan program pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno kepada warga di Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, kampanye di kawasan Gerbangkertosusila ini dia lakukan karena tidak ingin warga Jatim keliru dalam memilih pemimpin di Pilkada Jatim 27 Juni mendatang.

“Makanya kami sampaikan program Gus Ipul-Puti di Sidoarjo dan Mojokerto kemarin,” kata Tri Rismaharini di Surabaya, Rabu (20/6/2018).

Di Kabupaten Mojokerto, Risma menghadiri acara halal bihalal dan silaturrahmi dengan warga Dusun Tanjung RT 03/RW 01, Desa Canggu, Kecamatan Jetis.

Di depan ratusan warga Canggu, Risma menyampaikan skema pemberdayaan perempuan yang termasuk program Gus Ipul-Puti.

Menurut Risma, Gus Ipul-Puti akan mengadopsi skema pemberdayaan perempuan yang digagasnya di Kota Surabaya. Ia mengharapkan skema yang berhasil diterapkan di Surabaya bisa diterapkan di daerah lain di Jatim.

Hal ini, lanjut dia, diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga Jawa Timur yang lebih bermartabat. “Saya sudah membicarakan dan menyiapkan bersama Gus Ipul dan Mbak Puti untuk membantu agar perempuan-perempuan Jawa Timur lebih berdaya dan berpenghasilan,” ujarnya.

Risma menambahkan, bahwa skema tersebut sudah berhasil dijalankan melalui program Pahlawan Ekonomi yang mulai dilaksanakan pada 2010. Setelah delapan tahun berjalan, kini sudah banyak perempuan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi memiliki penghasilan besar.

“Ada yang setahun omzetnya Rp 1,5 miliar. Ada juga yang produknya sudah ekspor. Awalnya yang ikut hanya 89 orang tapi sekarang jumlahnya sudah ratusan orang,” ungkap Risma.

Menurutnya, program itu digagas untuk menghidupkan mesin kedua ekonomi keluarga, dimana para perempuan yang tidak bekerja dibekali keterampilan sesuai kebiasaannya.

“Kalau suka masak ya dilatih sampai bisa. Kalau suka membuat suvenir atau kue juga begitu,” kata kader PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Risma juga menghadiri halalbihalal dan silaturahmi Yayasan Berkarya di Desa Kloposepuh, Sukodono, Sidoarjo. Di acara ini, Risma menegaskan kembali jika pendidikan mempunyai peran yang sangat penting untuk memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat warga Jawa Timur. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...