Senin
08 Juni 2026 | 4 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

3 Penyebab Elektabilitas Jokowi Meningkat

pdip-jatim-elektabilitas-jokowi-meningkat1

JAKARTA – Joko Widodo (Jokowi) kembali maju dalam pemilihan presiden 2019. Jokowi pun bakal melawan Prabowo pada pertarungan pilpres mendatang. Dalam sejumlah survei elektabilitas Jokowi lebih tinggi dibandingkan dengan Prabowo.

Meski sempat merosot, namun elektabilitas Jokowi bisa kembali naik seiring dengan waktu pilpres yang semakin dekat.

Apa penyebab elektabilitas Jokowi terus meningkat? Berikut ulasannya.

 

Kinerja bagus

Beberapa waktu lalu, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mempublikasikan bahwa elektabilitas Jokowi meningkat hingga mencapai 38,9 persen.

Elektabilitas Jokowi menduduki peringkat pertama disusul oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (12,0 persen) dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (1,6 persen).

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menuturkan elektabilitas Jokowi meningkat disebabkan oleh kinerjanya. Di mana dalam menjalankan pemerintahan cukup diapresiasi masyarakat.

Survey SMRC menunjukkan bahwa 61 persen responden menyatakan cukup puas terhadap kinerja Jokowi selama ini.

 

Pembangunan infrastruktur

Lembaga penelitian Media Survei Nasional atau Median mengumumkan jika berdasarkan survei elektabilitas Jokowi meningkat dari 35 persen menjadi 36,2 persen.

Suara Jokowi naik, karena faktor kepuasan dari masyarakat yang merasakan dampak dari pembangunan infrastruktur.

“Dari data kami memang terjadi peningkatkan, tingkat kepuasan naik. Itu lebih terkait banyaknya infrastruktur yang selesai dan bisa dinikmati. Kalau masih terus melahirkan kebijakan pro rakyat bukan mustahil elektabilitasnya naik,” Direktur Riset Median, Sudarto, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

 

Masih kaburnya kepastian calon penantang Jokowi

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan, dari 46,3 persen pada enam bulan sebelumnya menjadi 55,9 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Naiknya elektabilitas Jokowi bisa disebabkan dari dua faktor. Pertama, naiknya kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Kedua, masih kaburnya kepastian calon penantangnya untuk maju dalam Pemilu 2019. (merdeka)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...
KRONIK

Hasto Ajak Kader PDIP dan Masyarakat Petik Pesan Moral Film Ghost in the Cell

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengimbau kader partai dan masyarakat memetik pesan moral dalam film Ghost ...
KABAR CABANG

Urun Rembug Barisan Marhaen, Cara DPC Ngawi Kenalkan Sepak Terjang Bung Karno kepada Gen Z 

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi disulap layaknya studio siniar pada Sabtu malam ...