Kamis
22 Oktober 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

3 Penyebab Elektabilitas Jokowi Meningkat

pdip-jatim-elektabilitas-jokowi-meningkat1

JAKARTA – Joko Widodo (Jokowi) kembali maju dalam pemilihan presiden 2019. Jokowi pun bakal melawan Prabowo pada pertarungan pilpres mendatang. Dalam sejumlah survei elektabilitas Jokowi lebih tinggi dibandingkan dengan Prabowo.

Meski sempat merosot, namun elektabilitas Jokowi bisa kembali naik seiring dengan waktu pilpres yang semakin dekat.

Apa penyebab elektabilitas Jokowi terus meningkat? Berikut ulasannya.

 

Kinerja bagus

Beberapa waktu lalu, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mempublikasikan bahwa elektabilitas Jokowi meningkat hingga mencapai 38,9 persen.

Elektabilitas Jokowi menduduki peringkat pertama disusul oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (12,0 persen) dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (1,6 persen).

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menuturkan elektabilitas Jokowi meningkat disebabkan oleh kinerjanya. Di mana dalam menjalankan pemerintahan cukup diapresiasi masyarakat.

Survey SMRC menunjukkan bahwa 61 persen responden menyatakan cukup puas terhadap kinerja Jokowi selama ini.

 

Pembangunan infrastruktur

Lembaga penelitian Media Survei Nasional atau Median mengumumkan jika berdasarkan survei elektabilitas Jokowi meningkat dari 35 persen menjadi 36,2 persen.

Suara Jokowi naik, karena faktor kepuasan dari masyarakat yang merasakan dampak dari pembangunan infrastruktur.

“Dari data kami memang terjadi peningkatkan, tingkat kepuasan naik. Itu lebih terkait banyaknya infrastruktur yang selesai dan bisa dinikmati. Kalau masih terus melahirkan kebijakan pro rakyat bukan mustahil elektabilitasnya naik,” Direktur Riset Median, Sudarto, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

 

Masih kaburnya kepastian calon penantang Jokowi

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan, dari 46,3 persen pada enam bulan sebelumnya menjadi 55,9 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Naiknya elektabilitas Jokowi bisa disebabkan dari dua faktor. Pertama, naiknya kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Kedua, masih kaburnya kepastian calon penantangnya untuk maju dalam Pemilu 2019. (merdeka)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...