Jumat
23 Oktober 2026 | 9 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Film Bid’ah Cinta Sangat Mencerahkan

pdip-jatim-djarot-bidah-cinta

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai film Bid’ah Cinta yang mengangkat kisah asmara berbalut konflik akibat perbedaan pemahaman keagamaan, sangat mencerahkan.

Hasto mengatakan, film besutan sutradara Nurman Hakim itu berhasil mengangkat kesejatian nilai-nilai yang digali dari Indonesia, yakni tentang kekuatan budaya dalam menjaga persatuan.

“Film tadi sangat mencerahkan dan saya melihat ada prinsip yang diperjuangkan, soal toleransi, soal keanekaragaman,” ujar Hasto usai nonton bareng Bid’ah Cinta di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2017).

Bid’ah Cinta, jelas Hasto, tidak sekadar menyodorkan tontonan yang mengharukan. Sebab, ada pesan tentang nilai-nilai persatuan yang disisipkan dalam film itu.

“Sungguh sangat mencerahkan, terharu, ada prinsip yang diperjuangkan yang itu penting untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat sekarang ini,” ujar Hasto.

Hasto hadir bersama Wakil Sekjen PDIP Utut Adianto dan Ketua Fraksi PDIP DPR Trimedya Pandjaitan, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Mereka hadir atas undangan Nurcholish Madjid Society.

Menurut Hasto, Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menonton film tersebut terlebih dahulu. Basuki memuji Bid’ah Cinta sebagai tontonan yang bagus.

“Katanya filmnya bagus. Pak Basuki sudah lebih dahulu menonton. Kami jadi terinspirasi untuk menyaksikan film tersebut atas undangan dari teman-teman yang tergabung dalam Nurcholish Madjid Society,” ucapnya.

Karya Nurman ini mengangkat realitas yang hangat di masyarakat. Salah satu pesan yang ingin disampaikan ialah cinta itu bisa menyatukan semuanya. Dalam hal ini, perbedaan tentu harus dihargai.

Dua sejoli yang tengah menjalin cinta, Khalida (Ayushi-ta) dan Kamal (Dimas Aditya) harus terbentur perbedaan pemahaman ke­agamaan. Kedua orangtua mereka juga kemudian ikut terlibat dalam ketegangan tersebut, bahkan sampai merembet ke komunitas masyarakat.

Seusai menonton, Djarot memandang film ini sangat bagus. Meskipun dibuat dari tahun 2015, nyatanya isu perbedaan pemahaman agama sangat relevan dengan kondisi sekarang ini bahwa banyak orang membeda-bedakan paham agama Islam.

“Jika tidak dicegah, dari yang hanya berpotensi menimbulkan konflik lokal bisa naik ke level nasional,” ujar Djarot. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...
UMKM

Mendorong Kemandirian UMKM Kebun Sagu hingga Pantai Sumilir Tuban

TUBAN – Penguatan ekonomi pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Tuban terus dilakukan ...