Minggu
23 Agustus 2026 | 12 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Film Bid’ah Cinta Sangat Mencerahkan

pdip-jatim-djarot-bidah-cinta

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai film Bid’ah Cinta yang mengangkat kisah asmara berbalut konflik akibat perbedaan pemahaman keagamaan, sangat mencerahkan.

Hasto mengatakan, film besutan sutradara Nurman Hakim itu berhasil mengangkat kesejatian nilai-nilai yang digali dari Indonesia, yakni tentang kekuatan budaya dalam menjaga persatuan.

“Film tadi sangat mencerahkan dan saya melihat ada prinsip yang diperjuangkan, soal toleransi, soal keanekaragaman,” ujar Hasto usai nonton bareng Bid’ah Cinta di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2017).

Bid’ah Cinta, jelas Hasto, tidak sekadar menyodorkan tontonan yang mengharukan. Sebab, ada pesan tentang nilai-nilai persatuan yang disisipkan dalam film itu.

“Sungguh sangat mencerahkan, terharu, ada prinsip yang diperjuangkan yang itu penting untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat sekarang ini,” ujar Hasto.

Hasto hadir bersama Wakil Sekjen PDIP Utut Adianto dan Ketua Fraksi PDIP DPR Trimedya Pandjaitan, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Mereka hadir atas undangan Nurcholish Madjid Society.

Menurut Hasto, Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menonton film tersebut terlebih dahulu. Basuki memuji Bid’ah Cinta sebagai tontonan yang bagus.

“Katanya filmnya bagus. Pak Basuki sudah lebih dahulu menonton. Kami jadi terinspirasi untuk menyaksikan film tersebut atas undangan dari teman-teman yang tergabung dalam Nurcholish Madjid Society,” ucapnya.

Karya Nurman ini mengangkat realitas yang hangat di masyarakat. Salah satu pesan yang ingin disampaikan ialah cinta itu bisa menyatukan semuanya. Dalam hal ini, perbedaan tentu harus dihargai.

Dua sejoli yang tengah menjalin cinta, Khalida (Ayushi-ta) dan Kamal (Dimas Aditya) harus terbentur perbedaan pemahaman ke­agamaan. Kedua orangtua mereka juga kemudian ikut terlibat dalam ketegangan tersebut, bahkan sampai merembet ke komunitas masyarakat.

Seusai menonton, Djarot memandang film ini sangat bagus. Meskipun dibuat dari tahun 2015, nyatanya isu perbedaan pemahaman agama sangat relevan dengan kondisi sekarang ini bahwa banyak orang membeda-bedakan paham agama Islam.

“Jika tidak dicegah, dari yang hanya berpotensi menimbulkan konflik lokal bisa naik ke level nasional,” ujar Djarot. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Serap Aspirasi di Babad, Amin Thohari Bahas Penurunan APBD 2027 hingga Kemandirian Pangan

BOJONEGORO – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, menggelar Reses Masa Sidang II ...
KRONIK

Soroti Kekerasan Seksual di Madura, Hj. Ansari: Ruang Aman Perempuan Tanggung Jawab Bersama

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong penguatan ruang aman bagi perempuan di Kabupaten ...
KRONIK

Dorong Kesetaraan Pembangunan, Hosnan PDIP Dukung Sumenep Jadi Kabupaten Kepulauan

SUMENEP – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemerintah ...
KABAR CABANG

BKN Trenggalek Dikukuhkan, Gen Z Disiapkan Jadi Penggerak Pelestarian Jaranan

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mengukuhkan kepengurusan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Pompa Semangat Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Gondang

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Gondang masa bakti 2026-2031 secara resmi terbentuk ...
EKSEKUTIF

Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Kili-Kili Berbasis Sains, Gandeng Universitas Brawijaya

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan ...