Sabtu
22 Agustus 2026 | 11 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agar Puskesmas Sepi, Jokowi Minta Tenaga Kesehatan Aktif Datangi Masyarakat

pdip-jatim-jokowi-rakerkesna

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta agar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) harus diarahkan kepada pencegahan secara dini warga dari segala penyakit. Untuk itu, Presiden minta tenaga kesehatan aktif mendatangi masyarakat.

“Yang benar adalah kita membuat masyarakat itu tidak sakit, masyarakat itu sehat. Yang benar itu. Sehingga Puskesmas sepi, rumah sakit sepi. Jangan dibalik-balik. Buat masyarakat sehat agar rumah sakit itu sepi, agar Puskesmas itu sepi,” kata Presiden Jokowi dalam bagian lain pidatonya saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2017, peluncuran Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), serta Pembangunan 124 Puskesmas Perbatasan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Presiden Jokowi lantas menjelaskan alasannya dirinya berkeliling ke daerah untuk memberikan makanan tambahan untuk anak-anak, untuk ibu hamil,dan untuk balita. Menurut Presiden, dirinya hanya ingin memberikan pesan bahwa yang namanya gizi itu diperlukan sejak dalam kandungan.

“Saya selalu sampaikan. Ini investasi jangka panjang. Janga dilihat sekarang. Begitu kita tarung dengan negara yang lain, begitu kita berkompetisi dengan negara,” terang Presiden seraya menambahkan, hal itu terus dilakukannya biar masyarakat mengerti, jangan sampai ada uang dipakai untuk beli rokok dan tidak dipakai untuk menambah gizi anaknya.

“Hal-hal seperti itu diingatkan pada keluarga-keluarga di kampung, di desa dimana Puskesmas itu ada. Kalau enggak seperti itu, enggak ngerti mereka. Beri tahu  masyarakat yang namanya protein itu apa, gunanya untuk apa, beri tahu. Hal-hal yang simpel-simpel, yang sederhana seperti itu memang harus kita beri tahu pada masyarakat,” sambung Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar tenaga kesehatan  harus aktif mendatangi masyarakat. Bukan menunggu di Puskesmas, menunggu orang sakit. “Datangi mereka. Gencarkan, beritahukan mana yang benar mana yang enggak benar, mana yang harus dilakukan dan mana  yang tidak boleh dilakukan sehingga pendekatan kepada keluarga ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Kalau itu dilakukan, Presiden Jokowi meyakini, tidak akan ada lagi gizi buruk, tidak ada lagi Demam Berdarah, tidak ada lagi TBC, tidak ada lagi penyakit-penyakit.

“Ini nanti akan menjadi kepuasan pribadi yang luar biasa bagi kita semuanya bahwa kita bisa mengantarkan bangsa ini menuju bangsa dengan pendapatan income yang tinggi dan bisa berkompetisi dengan negara-negara yang lain,” tutur Presiden.

Selain itu, lanjut Presiden, dengan bersikap aktif mendatangi masyarakat, maka tenaga kesehatan akan terasa di ‘dalam’.  Ia mengingatkan, kalau kita bekerja dan kita menghasilkan sesuatu, itu di ‘dalam’ itu enggak kosong, ‘dalam’ akan terasa bahwa kita sudah melakukan sesuatu karena memang kita bekerja dari dalam hati.

“Bukan  bekerja rutinitas, bukan bekerja linier yang sudah tiap hari  asal ada absen, bukan itu. Kalau setiap individu dari kita bisa melakukan ini, dalam kita akan terasa bahwa kita melakukan sesuatu untuk bangsa ini,” kata Presiden Jokowi.

Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017 yang bertemakan “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Pendekatan Keluarga untuk mewujudkan Indonesia Sehat” itu diikuti oleh 1.787 peserta dari berbagai lintas sektor dari pusat dan daerah.

Saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. (setkab)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Kili-Kili Berbasis Sains, Gandeng Universitas Brawijaya

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan ...
LEGISLATIF

Kanang Bersama PMI Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngawi Terdampak Kekeringan

NGAWI – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan air bersih. ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...