Senin
17 Agustus 2026 | 9 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pancasila dan Budi Pekerti Harus Diajarkan Kembali di Sekolah

pdip-jatim-seskab-pramono-diwawancara

JAKARTA – Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, sebagaimana di negara lainnya, kebhinnekaan di Indonesia sering terganggu karena politik.

Padahal Indonesia mempunyai 250 juta penduduk dengan lebih dari 700 bahasa dialek, 6 agama yang diakui, lebih dari 200 aliran kepercayaan, serta 8 juta diaspora.

Hal inilah, yang membuktikan bahwa Indonesia begitu berbhinneka, begitu beragamnya, begitu mempunyai kelebihan dan tentunya sekaligus ada kekurangannya.

“Nah sekarang, bagaimana kita merawat itu,” kata Pramono Anung, kemarin.

Politisi yang sekarang menjabat sekretaris kabinet (seskab) ini menyebutkan, tantangan dunia pada hari ini bukan lagi tantangan perang penguasaan teritorial. Melainkan perang ekonomi dan budaya, misalnya dengan menginfiltrasi kultur pendidikan negara lain.

Dia menunjuk contoh proses radikalisme, yang bukan hanya ada di negara yang dianggap sebagai negara Islam, tetapi di seluruh negara di dunia.

“Terorisme terjadi di mana-mana dengan cara yang tidak lagi konvensional. Bahkan, yang terjadi terakhir di berbagai tempat bahkan di Spanyol, perayaan yang merupakan perayaan kegembiraan penjajahan otoritarian itu pun terkena serangan,” ujarnya.

Pramono juga menyoroti, di negara demokrasi terdapat kebebasan berbicara (freedom of speech) bagi warganya. Tapi seringkali akibat terlalu bebas, mereka tidak bisa mengontrol diri sendiri, apalagi dalam era digital dan sosial media saat ini.

Dia menunjuk contoh di media twitter, facebook, whatsapp, vlog, dan sebagainya, yang berbuntut pada maraknya fenomena penyebaran informasi hoax (palsu). “Jadi, ini bukan hanya menjadi persoalan kita, ini persoalan dunia,” ungkap Pramono.

Mantan anggota DPR RI ini menunjuk contoh bagaimana pilpres yang dulu diagung-agungkan di Amerika Serikat (AS), bisa terkena cyberattack yang puncaknya ketika pilpres itu berlangsung.

Menurutnya, pilpres AS kali ini tidak lagi berbicara program, tapi yang selalu dibicarakan adalah email dan hoax, yang begitu menjadi tontonan dunia. Padahal 4 tahun lalu, ungkapnya, perdebatannya adalah mengenai program pajak, permasalahan imigran, pertumbuhan ekonomi, kebijakan di Timur Tengah, dan lain-lain.

Oleh karena itu, imbuh Pramono, secara sederhana Pancasila seharusnya bisa menjadi penuntun dan jati diri bangsa Indonesia. Harus ada perubahan yang mendasar terhadap dunia pendidikan kita.

“Maka presiden telah menginstruksikan pendidikan dasar dan menengah, bahwa Pancasila, budi pekerti harus diajarkan kembali dengan pendidikan kita,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

HUT ke-81 RI, Yudi Meira dan Syahrul Alim Ajak Warga Kota Blitar Perkuat Gotong Royong

HUT ke-81 RI, Yudi Meira dan Syahrul Alim mengajak warga Blitar memperkuat persatuan, gotong royong, dan kerja ...
KABAR CABANG

Keturunan Ki Ronggo Gelar Tasyakuran HUT RI di Makam Leluhur

BONDOWOSO – Tanggal 17 Agustus memiliki arti khusus bagi Kabupaten Bondowoso. Selain diperingati sebagai Hari ...
LEGISLATIF

Renny: Penurunan Kemiskinan Harus Jadi Pijakan Kebijakan, Bukan Sekadar Statistik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana meminta capaian penurunan angka ...
KRONIK

Warga Pleret Upacara Detik-detik Proklamasi di Dam, Kibarkan Merah Putih Raksasa

KABUPATEN ​PASURUAN – Pemandangan berbeda terlihat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ...
SEMENTARA ITU...

Anton: Keterlibatan Warga dalam HUT Kemerdekaan Bentuk Nyata Cinta Indonesia

Anton Kusumo menilai keterlibatan warga dalam HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan bentuk nyata kecintaan kepada ...
KABAR CABANG

JJS HUT RI ke-81, PDI Perjuangan Pamekasan: Sehat Bersama, Kompak Bergotong Royong

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Pamekasan memperingati HUT ke-81 RI dengan menggelar jalan-jalan sehat (JJS) di Desa ...