Senin
17 Agustus 2026 | 7 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sebagai Mata dan Telinga Wali Kota, Lurah di Surabaya Harus Bekerja All Out

pdip-jatim-pelantikan-lurah-sby

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini minta kepada lurah baru agar bekerja all out bagi warga. Sebab, lurah merupakan mata, telinga, tangan dan kaki walikota.

“Kita tak perlu kaya untuk membantu orang. Dengan jabatan baru ini kita bisa membantu orang lain. Lurah cukup lapor ke saya, karena panjenengan (Anda) semua merupakan mata, telinga, tangan dan kaki saya,” kata Risma.

Penegasan ini disampaikan Risma, saat melantik 93 pejabat setingkat eselon III B dan IV A di gedung lantai 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (27/1/2017). Dari pejabat yang baru dilantik tersebut, 13 orang di antaranya pejabat lurah.

Risma mencontohkan, seperti rumah mantan ketua RT 015/RW 007, Kelurahan Kapas Madya Baru yang ambruk akibat hujan deras yang disertai angin puting beliung.

“Meski panjenengan hanya foto dan lapor, bagi yang membutuhkan itu sangat berarti. Bayangkan besarnya bantuan kita bagi mereka,” ujarnya.

Ke-13 lurah yang dilantik adalah mereka yang lolos seleksi. Seleksi diikuti 90 kepala seksi (kasi) kecamatan dan seluruh sekretaris lurah (sekel) yang masa kerjanya sudah 2 tahun.

Sebenarnya, seleksi dilakukan untuk mengisi 15 kursi lurah yang sebelum kosong. Namun, yang lolos dan hari ini dilantik, hanya 13 orang.

Risma mengatakan tidak mau memaksakan agar kursi lurah yang kosong langsung terpenuhi, jika pada akhirnya pejabat itu tidak kompeten dalam menjalani tugasnya.

“Saya tidak mau maksa. Saya tidak ingin lurah-lurah ini bermasalah. Beberapa lurah pernah bermasalah dan saya tidak ingin berulang,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan kepada 13 lurah yang baru dilantik agar tidak menyalahgunakan jabatan. Karena itulah, sebelum dilantik para lurah dibekali dengan berbagai diklat.

Risma juga menyatakan akan memproses beberapa lurah yang baru-baru ini ketahuan tidak ada di tempat kerjanya padahal masih masuk jam kerja.

Sanksi berat pun akan diberikan kepada para lurah yang mokong, tidak mau memperhatikan wilayahnya yang banjir dan banyak sampah.

Lurah-lurah ini juga dinilai tidak aktif melaporkan kondisi sosial maupun infrastruktur di lingkungan kerjanya melalui grup percakapan Line yang langsung terhubung ke Risma.

“Saya sendiri yang memasukkan laporan ada jalan lubang, ada masyarakat yang butuh bantuan. Nanti pasti saya proses itu, saya minta BKD mengecek dulu,” katanya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Anton: Keterlibatan Warga dalam HUT Kemerdekaan Bentuk Nyata Cinta Indonesia

Anton Kusumo menilai keterlibatan warga dalam HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan bentuk nyata kecintaan kepada ...
KABAR CABANG

JJS HUT RI ke-81, PDI Perjuangan Pamekasan: Sehat Bersama, Kompak Bergotong Royong

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Pamekasan memperingati HUT ke-81 RI dengan menggelar jalan-jalan sehat (JJS) di Desa ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Warga Kediri Berempati dan Doakan Korban Gempa NTT

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak masyarakat Kabupaten Kediri bersama-sama berempati dan ...
KABAR CABANG

Peringatan HUT Kemerdekaan, Widarto Serukan Kerja Nyata di Tengah Krisis Ekologi

JEMBER – DPC PDI Perjuangan Jember mengisi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan membersihkan kawasan Pantai ...
KABAR CABANG

DPC Kabupaten Probolinggo Upacara HUT Ke-81 RI di Tepian Sungai Rabunan

KABUPATEN PROBOLINGGO — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar dengan cara berbeda oleh DPC ...
LEGISLATIF

Novita Dorong Susu Trenggalek Tak Berhenti Jadi Komoditas Mentah

Novita Hardini mendorong Trenggalek mengolah susu lokal dari hulu hingga hilir agar nilai tambah ekonomi dinikmati ...