Rabu
04 November 2026 | 6 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Batu Bangun Kandang Komunal Kelinci

pdip-jatim-ER-kandang-kelinci

BATU – Pemkot Batu membangun kandang komunal khusus kelinci di belakang Balai Kota Among Tani. Kandang tersebut sekaligus sebagai laboratorium kelinci.

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mengatakan laboratorium ini bisa dimanfaatkan peternak kelinci dari dalam ataupun luar Kota Batu untuk melakukan penelitian sekaligus tempat belajar.

“Pemkot Batu sudah berkomitmen membantu kesejahteraan petani dan peternak kelinci. Salah satunya dengan mendirikan kandang komunal kelinci. Setelah ini, menyusul kandang domba bahkan bila diperlukan kandang gajah,” ungkap Eddy Rumpoko, kemarin.

Sebagian besar peternakan kelinci di Batu, sebut ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko, terdapat di Desa Bulukerto, Bumiaji, Sidomulyo, Punten, termasuk Desa Oro Oro Ombo serta Desa Tlekung.

Selama ini, peternak kelinci lebih banyak menjualnya dalam bentuk peranakan. Ke depan, Pemkot Batu mendorong peternak untuk menjual dagingnya.

“Ini dilakukan agar penghasilan peternak lebih baik. Silakan peternak kelinci belajar dari kandang komunal yang kami dirikan,” ujar wali kota yang kader PDI Perjuangan ini.

Pembangunan kandang komunal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Eddy Rumpoko, Rabu (25/1/2017).

Acara itu dihadiri masyarakat yang tertarik dengan organic, Masyarakat Peternak Kelinci Indonesia (Makindo) se Jawa Timur, Dirjen Menteri Pertanian, Dirjen Menteri Pariwisata, Dirjen Menteri UMKM, Dirjen Menteri Peternakan dan anggota Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Mindo Sianipar.

Ketua Paguyuban Makindo Muhammad Sobri menjelaskan, ada tiga hal yang dikembangkan dalam kandang komunal kelinci di belakang Balai Kota Among Tani. Pertama pertanian terintegrasi zero limbah. Dalam hal ini peternak kelinci akan diajarkan memuat pakan ternak khusus kelinci.

“Kami sebut zero limbah karena seluruh kotoran kelinci akan dimasukkan dalam satu bak penampung sehingga di sekitar kandang sehingga tidak menimbulkan bau,” ucapnya.

Kedua, berupa pengembangan bio reaktor. Limbah cair dari kelinci diurai dengan teknologi bio reaktor. Hasilnya, bisa untuk memupuk tanaman sayur-mayur.

“Sudah kami lakukan penelitian. Dengan teknologi ini, pertumbuhan kangkung mencapai 5- 10 cm per harinya,” sebut Sobri.

Ketiga, dikembangkan pupuk padat dengan memanfaatkan sisa makanan kelinci. Pupuk padat dari kandang komunal kelinci untuk memupuk padi dan tanaman holtikultura lainnya.

“Untuk saat ini populasi kelinci di Malang Raya mencapai 100.000 ekor per tahun. Terbanyak diproduksi Kota Batu,” ucap Sobri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...