Rabu
04 November 2026 | 6 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warkop Berjaringan, Upaya Bupati Faida Angkat Kesejahteraan Rakyat

pdip-jatim-kusnadi-faida-pendopo

JEMBER – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi ‘angkat topi’ dengan kebijakan Bupati Jember dr Faida yang menargetkan 1.000 warung kopi dan warung rakyat berjaringan selama lima tahun mendatang.

Sebab, program warung kopi dan warung rakyat berjaringan ini memberdayakan masyarakat setempat, khususnya kaum dhuafa.

“Lewat program ini, kalangan muda, warga miskin dilatih untuk mengelola warung, dan dibantu permodalannya, sehingga mereka bisa meningkat taraf hidupnya,” kata Kusnadi, kemarin.

Seperti para pemilik warung kopi (warkop), mereka dilatih keterampilan meracik dan menyajikan kopi yang khas Jember. Peserta juga mendapatkan pelatihan terkait manajemen pembukuan sederhana.

Menurut Pak Kus, sapaan akrab Kusnadi, peserta pelatihan juga mendapatkan bantuan peralatan untuk usaha, termasuk kopi bubuk. “Kopi yang dijual, harus kopi asli dari Jember,” jelasnya.

Untuk meningkatkan hasil produk Jember, tambah Pak Kus, kebijakan Bupati Faida juga patut mendapatkan apresiasi.

Yakni, boleh-boleh saja minimarket seperti Indomaret atau Alfamart membuka usahanya di Jember, namun 30 persen barang-barang yang djual harus produk asli Jember.

“Kalau ini bisa berjalan, maka tidak ada lagi ketergantungan dari luar. Selain itu, kalangan petani dan produsen hasil pertanian dari Jember tentu akan diuntungkan,” ujarnya.

Pada Sabtu (14/1/2017) lalu, Pak Kus mendengar sendiri penjelasan kebijakan Pemkab Jember tersebut dari Bupati Faida.

Saat ngobrol dengan Pak Kus, dr Faida mengatakan, pihaknya menargetkan setiap tahun mengadakan pelatihan kepada 200 pemilik warkop dan warung rakyat berjaringan. Sehingga dalam waktu lima tahun, ditargetkan 1.000 pemilik warung sudah mengikuti pelatihan.

Menurut bupati yang diusung PDI Perjuangan saat Pilbup Jember 2015 lalu itu, pelatihan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik warung yang banyak tersebar di 31 kecamatan.

“Kami berharap warung kopi maupun warung rakyat berjaringan mampu berkembang, sehingga membuka peluang kerja,” jelas Faida.

Selama berkunjung ke Jember, Pak Kus juga mampir di “Warkop QTA” salah satu warung berjaringan, di Jenggawah. Kebetulan, warkop ini dikelola seorang kader PDI Perjuangan setempat, yang sudah mengikuti pelatihan program warung berjaringan.

Minuman kopi yang disajikan di warkop ini bermacam jenis dan harganya. Mulai “Kopi Ndeso” seharga Rp 2.500 per gelas, “Vietnam Drip” seharga Rp 7.000 per gelas, hingga “Drip Cappucino” seharga Rp 8.000 segelas. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...