Jumat
30 Oktober 2026 | 2 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

PDIP-Jatim Achmad Fauzi Wongsojudo 30102026

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal melalui penggunaan busana tradisional dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah mewajibkan aparatur sipil negara (ASN), pegawai non-ASN, dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) mengenakan baju adat Keraton Sumenep pada 29-31 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pemakaian Baju Adat Keraton.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, penggunaan busana adat di lingkungan pemerintahan menjadi salah satu cara untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya dan sejarah daerah.

Menurutnya, baju adat Keraton Sumenep bukan sekadar pakaian tradisional. Busana tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumenep.

“Kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” ujar Fauzi di Sumenep, Kamis (29/10/2026).

Ketentuan tersebut tidak hanya menyasar pegawai di lingkungan Pemkab Sumenep. Pegawai instansi vertikal, BUMN, serta guru dan dosen di lembaga pendidikan swasta juga diimbau mengenakan baju adat Keraton Sumenep lengkap.

Sementara itu, pelajar dan mahasiswa diminta mengenakan Batik Sumenep pada 30-31 Oktober 2026.

Namun, aturan tersebut dikecualikan bagi pegawai yang pekerjaannya mengharuskan penggunaan seragam khusus. Di antaranya, tenaga medis yang sedang melakukan operasi pasien, petugas Satpol PP, serta petugas pemadam kebakaran yang bertugas di lapangan.

Fauzi menegaskan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga perlu dukungan aparatur, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu berharap, peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu memperkuat identitas daerah dan mengenalkan nilai-nilai budaya keraton kepada generasi muda.

“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat identitas budaya, menumbuhkan kebanggaan daerah, dan meneruskan nilai-nilai luhur Keraton Sumenep kepada generasi mendatang,” pungkasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...
SEMENTARA ITU...

Lepas 10 Atlet Sambo Bojonegoro ke Kejurprov Jatim 2026, Pembina Incar Tiket Porprov dan PON

BOJONEGORO – Sebanyak 10 atlet olahraga beladiri Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sengon Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga Desa ...
LEGISLATIF

Paguyuban Langen Beksan Blitar Terkendala Gamelan, Guntur Wahono Dorong Bantuan APBD Jatim

BLITAR – Keterbatasan perangkat gamelan masih menjadi kendala bagi sejumlah paguyuban Langen Beksan di Kabupaten ...
KRONIK

Sonny Salurkan 37 Alsintan pada 36 Kelompok Tani Bondowoso

BONDOWOSO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyerahkan bantuan 37 unit alat dan mesin pertanian ...